Today

Sabtu, 31 Oktober 2026

Abadikan Martir Kebebasan Pers, Wamensos Agus Jabo Dukung Penuh Wartawan Udin Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional

AKTUALONLINE.co.id–Jakarta ||| Perjuangan Fuad Muhammad Syafruddin alias Udin, wartawan harian Bernas yang tewas dibunuh pada 1996 silam demi membongkar skandal korupsi Orde Baru, dinilai layak mendapatkan penghargaan tertinggi dari negara. Kementerian Sosial (Kemensos) mendukung penuh usulan penganugerahan gelar Pahlawan Nasional bagi martir kebebasan pers Indonesia tersebut.

Dukungan tegas tersebut disampaikan Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono saat hadir secara daring dalam Seminar Nasional Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Kamis 29 Oktober 2026.

Agus Jabo menegaskan bahwa dedikasi almarhum Udin dalam menyuarakan fakta, membongkar dugaan jual beli jabatan di tingkat perwira militer, serta memperjuangkan kebebasan pers merupakan wujud nyata perjuangan membela rakyat dan negara.

“Saya mendukung siapa pun yang sudah berjuang untuk kepentingan bangsa dan negara, kepentingan rakyat Indonesia. Silakan diproses, teman-teman PWI bekerja sama dengan tim di Bantul. Nanti saya tunggu berkasnya di Kemensos,” ujar Agus Jabo, seperti yang dikutip Aktual Online, Sabtu (31/10/2026) dari laman www.kemensos.go.id.

Siapkan Berkas TP2GD, Usulan Diproyeksikan Masuk Tahun Depan

Wamensos menjelaskan, pengusulan gelar Pahlawan Nasional wajib mengacu pada UU Nomor 20 Tahun 2009 yang mencakup pemenuhan syarat personal, administrasi, hingga prosedural.

Tahap awal dapat dimulai dengan pengajuan dari PWI kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul. Selanjutnya, Pemkab membentuk Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD) untuk membedah riwayat perjuangan, rekam jejak tulisan, serta bukti autentik almarhum sebelum diteruskan ke tingkat provinsi hingga Kemensos.

Agus Jabo mengungkapkan bahwa kuota penganugerahan Pahlawan Nasional untuk tahun 2026 telah selesai diproses dan kini sudah berada di meja Presiden. Karena itu, berkas usulan untuk Udin diproyeksikan secara matang agar siap diajukan pada gelombang tahun berikutnya. Tak hanya gelar pahlawan, ia juga mengusulkan pengabadian nama Udin sebagai nama jalan atau gedung fasilitas publik.

READ  Teror Pegawai Untuk Menangkan Salah Satu Calon Bupati, ASN Dinkes Minta PJ Bupati Copot Sekretaris Dinas

Pemkab Bantul Pasang Badan: Penghormatan Tertinggi Adalah Perlindungan Pers

Dukungan serupa digaungkan Bupati Bantul H. Abdul Halim Muslih. Ia menyatakan Pemkab Bantul siap memfasilitasi seluruh rangkaian kajian akademis dan dokumentasi sejarah yang dibutuhkan demi meloloskan usulan tersebut.

Bagi Abdul Halim, integritas dan keberanian Udin dalam menjalankan profesi jurnalistik merupakan bagian tak terpisahkan dari sejarah emas Kabupaten Bantul yang patut diwariskan kepada generasi muda.

“Penghormatan tertinggi kita kepada almarhum Udin tidak hanya berhenti pada pengusulan gelar pahlawan semata, melainkan harus diwujudkan dalam aksi nyata melalui dukungan terhadap kemerdekaan pers dan perlindungan keselamatan bagi para wartawan,” tegas Abdul Halim.

Seminar nasional yang menjadi momentum kebangkitan pengusulan gelar tersebut turut dihadiri Ketua PWI Pusat Ahmad Munir, Ketua PWI DIY Hudono, jajaran akademisi, sejarawan, budayawan, serta para tokoh pers nasional.|||Red