27.7 C
Indonesia
Senin, 4 Mei 2026

SDM Jadi Faktor Kunci Dalam Mengelola Polri

Berita Terbaru

*Testimoni Tepis Masuk Polisi Pakai Uang
* Kapoldasu Ingin Polisi di Sumut jadi Polisi Penolong,Memiliki Peradaban dan Budaya

AKTUALONLINE.co.id MEDAN |||
Testimoni yang dilakukan terhadap orangtua/wali dua Siswa Bintara Polri Polda Sumut Gelombang II Tahun Ajaran (TA) 2023 yakni Bernard Efander Laia dan Pilo Derson Ginting membuka tabir bahwa masuk menjadi calon anggota Polri tidak memakai uang.

Berikut petikan Testimoni terhadap kedua orangtua/wali dari Bernard Efander Laia dan Pilo Derson Ginting
:

Selamat siang Pak Kapolda dan para tamu undangan yang Hadir.
Saya Anita bre Tarigan Orangtua calon siswa Pilo Derson Ginting, terima kasih bapak telah menerima anak saya Pilo Derson Ginting menjadi siswa Polisi tahun ini, di acara Upacara Pembukaan Pendidikan Pembentukan Bintara (Ditukba)Polri Gelombang II TA 2023 halaman SPN Polda Sumut, Selasa (25/7/23).

Tidak saya pungkiri saya secara ekonomi mapan bahwa kami bisa menyekolahkan anak kami sampai ke jenjang Perguruan tinggi, tapi kami melihat cita – cita anak kami Pilo Derson Ginting ini ingin menjadi Polisi sejak kecil.

” Saat dalam mendaftar seleksi menjadi calon siswa Polisi anak saya tidak pernah minta biaya apapun kepada saya, hanya minta kepada saya untuk bimbingan belajar,” jelas Anita bre Ginting.

Saya ucapkan banyak terima kasih kepada bapak Kapolda Sumut atas ketransparanan terkait penerimaan calon siswa, dan tidak ada neko-neko, dengan niat yang kuat dan kegigihan anak saya sehingga dapat diterima menjadi calon siswa di tahun ini. Bukan mudah juga Perjuangan anak saya karena tiga kali mendaftar baru tahun ini berhasil lolos.

” Tidak saya pungkiri secara ekonomi saya mapan kalau memang ada neko-neko knapa harus sampai tiga kali mendaftar anak saya,” ucap Anita.

Jadi orang bilang menjadi Polisi itu harus bayar dan mengeluarkan uang Banyak Disini saya patahkan, Saya tidak ada mengeluarkan biaya apapun. Hanya diminta anak saya untuk membayar, uang bimbingan belajar saja,pungkasnya.

* Yatim Piatu Jadi Anggota Polri

Ilawaty Laia Ibu asuh siswa Bintara Polri bernama Bernard Efander Laia saat memberikan testimoninya mengatakan, bahwa kemanakannya yang sudah lama yatim piatu diterima menjadi siswa Bintara Polri Gel II TA 2023 di SPN Polda Sumut di Kec Hinai, Kab Langkat.

Dia adalah Bernard Laia, asal Kec Lestari, Kab Nias Selatan, salah seorang dari 441 siswa Polri yang diterima TA 2023. Dia merupakan lulusan SMA Bintang Laut.

“Memang dari kecil cita-cita dia ingin jadi Polisi. Ketika dia mau mendaftar kami sering ketawain dia,”Darimanalah Bernard uang kita kau mau jadi polisi. Kau kan tahu masuk polisi itu harus banyak uang. Namun dia bilang bou (bibi) jangan patahkan semangatku,” kata Ilawaty Laia menirukan ucapan Bernard.

Dengan semangat dia yang kuat, aku Ilawaty, keluarga akhirnya memberikan semangat.

“Terus terang, mulai pendaftaran hingga seleksi dia tinggal dirumah saya di Jl.PWI Medan. Saya seorang janda penjual roti keliling yang hanya sanggup memberikan dia makan dan ongkos dia selama seleksi,” akunya.

Dengan berurai airmata, dihadapan Kapolda Sumut Irjen Agung Setya Imam Effendi dan para PJU, Ilawaty menceritakan semasa di SMA, Bernart tergolong pintar disekolahnya. Diapun me dapat beasiswa dari sekolah.

“Semasa SD, Bernard tinggal bersama saya di Medan namun setelah SMP tinggal bersama orangtuanya di Nias Selatan.Nahas, ketika Bernard kelas 2 SMP ayahnya yang bekerja sebagai buruh bangunan mengalami kecelakaan.

“Ketika itu ayahnya ikut membangun jalan di Nias Selatan. Saat itu jalan yang akan diaspal kondisinya menanjak namun tiba-tiba, alat berat mundur dan menggilas tubuhnya hingga meninggal dunia dilokasi kejadian,” kenang Ilawaty.

Tak lama kemudian, aku janda anak satu yang ditinggal meninggal suaminya itu, ibunda Bernart meninggal dunia karena sakit.

Akhirnya, Bernard Laia tinggal bersama neneknya. Bernard pun ikut membantu neneknya yang seorang diri mencari nafkah dengan membantu pedagang dipajak untuk membiayai tiga adiknya yang masih sekolah.

Sepulang sekolah, Bernard pergi ke pajak mencari nafkah. Dia dapat upah Rp.50.000 perhari. Uang hasil keringatnya itulah yang mereka 5 orang gunakan untuk menyambung hidup sehari-hari.

“Kebetulan Dirumah neneknya Bernard ada kost anggota polisi. Mereka sayang sama Bernard, dia sering disuruh. Karena rajin, para polisi itu menaruh perhatian sama Bernard, polisi itu sering melatih dia, jasmani dan lain-lain.

“Kalau bimbingan belajar dia tidak pernah karena dia sadar tidak punya biaya, modal dia itulah sering diajari dan dilatih polisi. Dan diapun lulus menjadi siswa Bintara Polri,” terang Ilawaty Laia.

Merekapun sangat berterimakasih kalau Bernard lulus tanda sedikitpun mengeluarkan uang.

“Kami tidak ada mengeluarkan uang hingga akhirnya Bernard masuk polisi. Kami sangat berterimakasih kepada Tuhan Yesus kalau doa kami dikabulkan,” akunya lagi dengan berlinang air mata.

Ilawaty Laia pun tak lupa mengucapkan terimakasih kepada Kapolda Sumut Irjen Agung Setya Imam Effendi SH.S.IK.M.Si dan dia menitipkan kemanakannya itu untuk dididik menjadi polisi profesional, yang menjadi kebanggaan keluarga.

Semoga dengan lulusnya Bernard Laia dapat meningkatkan harkat dan martabat keluarga,” ujarnya.Jika dilantik menjadi seorang Bintara Polri, Ilawaty berharap kemanakannya itu bisa kembali bertugas di Nias Selatan.

Sementara usai mendengarkan Testimoni dari dua utusan siswa yang lulus masuk menjadi anggota Polri tersebut, Kapolda Sumut Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi menekankan kepada para siswa tanamkan sikap responship dan ikhlas.

Dia menyampaikan ucapan selamat kepada para siswa untuk mengikuti pendidikan setelah lulus seleksi. Para siswa akan mengikuti pendidikan pembentukan Bintara di SPN Polda Sumut selama 5 bulan.

“Perlu dipahami, kelulusan seleksi sebagai kesuksesan awal dari ketekunan dan keuletan. Manfaatkan kesempatan (pendidikan) ini sebaik-baiknya,” ujarnya.

Agung mengimbau kepada para siswa untuk sungguh-sungguh. Karena tentunya mereka dihadapkan dengan latihan dan tantangan yang cukup berat. Tekad kuat diyakini akan mampu menghadapi program pendidikan dengan baik.

“Selama pendidikan akan diberikan pengetahuan pendidikan dasar, sebelum dilantik karena akan menghadapi tugas kepolisian penting dan pemilu, diperlukan keseriusan untuk menyerap seluruh materi,” sebutnya.

Dalam kesempatan itu Kapolda Sumut juga menyampaikan, Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi kunci untuk meningkatkan daya saing dalam mewujudkan kemajuan dan kesejahteraan.

Transformasi negara-negara berkembang menjadi negara maju tidak bisa dipisahkan dari ketersediaan SDM yang berkualitas. Sejalan dengan hal itu, kualitas SDM juga menjadi faktor kunci dalam mengelola organisasi Polri dan ketersediaan personel yang memiliki kualitas unggul dalam aspek penting mewujudkan keberhasilan pelaksanaan tugas.

“Hal tersebut semakin menegaskan bahwa pendidikan dan pembentukan menjadi aspek penting guna mewujudkan institusi Polri yang Prediktif, responsibilitas, dan transparansi berkeadilan (Presisi),” tegasnya.

Untuk mencapai hal itu, lanjutnya maka seluruh komponen pendidikan bekerjasama membangun sinergitas secara menyeluruh, utuh dan berkesinambungan dalam rangkaian proses belajar mengajar agar dapat berjalan efektif dan efisien sesuai yang diharapkan. Kemampuan perilaku para Bintara dan Tamtama di lapangan akan ditentukan wajah Polri dan tingkat kepercayaan kepada kepolisian.

Oleh karena diingatkan pendidikan Polri tidak saja ilmu pengetahuan, kecerdasan, dan keterampilan. Namun lebih dari itu untuk membentuk polisi yang beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan membentuk akhlak yang mulia. Karena sesungguhnya pendidikan itu untuk memuliakan manusia.

Selain itu Kapoldasu juga Ingin Polisi di Sumut jadi Polisi Penolong,Memiliki Peradaban dan Budaya||| Benni Simamora

 

 

Editor : Zul

Baca Selanjutnya

Berita lainnya