AKTUALONLINE.co.id – Deli Serdang || Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Deli Serdang Mahyu Danil dan Kepala BPN Sumut Nugraha ‘berondok’ (red. sembunyi) dari ajakan duduk bareng masyarakat yang tanahnya sedang bersengketa dengan PTPN I Regional I dan para pengembang hunian elite.
‎
‎Mahyu Danil pun memilih memblokir nomor wartawan Aktual Online sehingga tidak dapat dikonfirmasi alibinya soal ketidakhadirannya di Dialog Publik bertajuk ‘Benang Kusut Agraria, Investasi atau Perampasan’.
‎
‎Beda dengan Kepala BPN Sumut Nugraha, ia melalui hotline resminya memberitahu belum memberi informasi atau arahan apapun kepada jajarannya untuk hadir atau tidak di dialog publik Aktual Online.
‎
‎”Selamat sore pak, sudah saya tanyakan ke bidang terkait pak infonya belum ada arahan dari pimpinan ya pak,” ungkap pegawainya dalam pesan WhatsApp resmi mereka.
‎
‎Dari narasumber kunci yang diundang karena memiliki keterlibatan langsung dalam sengketa tanah dengan masyarakat, hanya Sastra selaku kuasa hukum PT. Nusa Dua Propertindo (NPD) yang berani hadir.
‎
‎Dialog publik yang digelar 22 Oktober 2026 lalu sempat panas karena masyarakat menolak jawaban dari PT. NDP yang dinilai mereka tida sesuai kenyataan dan menutupi fakta.
Diketahui pula, hasil penelusuran Aktual Online, sengketa tanah yang terjadi saat ini salah satunya adalah andil dari BPN Sumut dan Deli Serdang yang tidak melakukan pengukuran secara faktual sebelum menerbitkan sertifikat HGU. Bahkan saat konflik terjadi, instansi ini tidak kunjung turun tangan untuk meredam situasi.|| Prasetiyo
Tonton juga Dialog Publik ‘Benang Kusut Agraria, Investasi atau Perampasan’ melalui tayangan berikut ini:






