#Edisi3
AKTUALONLINE.co.id – Pematang Siantar || Selain nama Wali Kota Pematang Siantar Wesly Silalahi, nama sang eks ajudannya yang kini menjabat sebagai Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Fidelis Edy Suranta Sembiring juga terseret dalam skandal markup atau penggelembungan harga pembeli tanah eks rumah singgah Covid-19.
Penelusuran Aktual Online, di bawah persetujuan Wesly Silalahi, Fidelis Edy Suranta bekerjasama dengan Kepala BPKPD Alwi Andrian Lumban Gaol dalam mengurus pembelian objek lahan senilai Rp14.530.069.000 di jalan Sisingamangaraja Kelurahan Bukit Sofa Kecamatan Siantar Sitalasari.
Mulai dari pemilihan tim KJPP, penyediaan berkas-berkas untuk digunakan tim inspeksi hingga akhirnya timbul harga tidak wajar dalam pembelian objek tanah.
Rudjito Said selaku pelaksana inspeksi yang disewa untuk menilai objek lahan kepada Aktual Online mengaku bahwa dalam kontrak mereka, tidak disebutkan objek yang akan ditaksir nilai ekonominya. Ia bersama Arie Brenta Bangun diantar ke lokasi saat bertugas.
Di lokasi, pihak BPKPD telah menyiapkan seluruh data-data yang diperlukan, termasuk nilai NJOP yang dijadikan dasar menentukan harga objek tanah.
“Saya diberi data berupa sertifikat, berupa sertifikat. Kita ditunjukkan izin mendirikan bangunan. Juga ditunjukkan NJOP dari tanah sekitar oleh mereka,” ungkapnya secara tenang.
Padahal, di lokasi yang berdekatan dengan objek dinilai, harga tanah beserta bangunan paling murah dibandrol dengan harga Rp700 juta dan paling tinggi mencapai Rp1,2 miliar.
Saat penilai dilakukan, tim inspeksi juga diakui Rudjito Said tidak pernah berjumpa maupun sekadar melihat pemilik objek tanah.
Semua keterangan yang ia sampaikan ini kepada Aktual Online juga telah diutarakannya di hadapan penyidik Kejari Pematang Siantar beberapa waktu lalu sebagai bukti bahwa ia kooperatif, bekerja secara profesional dan berdasarkan permintaan klien.
Ada kabar, dari nominal Rp14.530.069.000 itu, tidak semua diperuntukkan untuk pembelian, melainkan dibagi-bagi dengan porsi yang sudah disepakati.
Hingga berita ini terbit, Wali Kota Pematang Siantar Wesly Silalahi belum mau memberikan komentarnya.*bersambung || Prasetiyo




