21 C
Indonesia
Selasa, 21 April 2026

Abdul Raup Pegang Rahasia Kasus Penyerangan Rumah Advokat Acil Lubis, Di Barak Narkoba Mana Lagi Ia Sembunyi (?)

Berita Terbaru

Residivis Narkoba sekaligus pelaku penyerangan rumah Advokat Acil Lubis.(Foto: dok. Aktual Online)

 

AKTUALONLINE.co.id – Medan || Abdul Raup merupakan satu dari belasan pelaku penyerangan rumah Advokat Acil Lubis yang terus mendapat pengamanan khusus dari bandar sabu Jermal selama ini.

Pasalnya, Abdul Raup memegang rahasia di balik peristiwa penyerangan rumah Advokat Acil Lubis pada 15 Februari 2026 silam oleh jaringan bandar Sabu Jermal.

Namun, sejak lokasi persembunyiannya di Manunggal IV, Pintu 2 Selambo diberitakan, kini Abdul Raup tidak nampak lagi seperti selama ini.

Berdasarkan keterangan narasumber yang meminta identitasnya disembunyikan mengatakan bahwa Abdul Raup kini tidak memiliki lokasi sembunyi secara khusus.

Ia berpindah-pindah tempat, termasuk muncul di barak-barak Narkoba milik bandar Sabu Jermal dengan waktu yang singkat.

“Selalu dia muncul sekarang, kalau situasi tidak ramai dia muncul. Terus pindah tempat lagi,” ungkap Narasumber itu, Rabu (8/4/2026) siang.

Di sisi lain, Praktisi Hukum Jauli Manalu menilai bahwa larinya Abdul Raup ini harusnya menjadi atensi bagi pihak kepolisian untuk melacak dan segera menangkapnya.

“Melalui Abdul Raup, fakta penyerangan rumah Advokat Acil Lubis akan terbuka secara jelas. Ditangkaplah, periksa,” desak Jauli Manalu.

Jika pihak kepolisian tidak cepat menyelesaikan kasus ini, tentu akan menjadi titik balik bagi para jaringan bandar sabu Jermal maupun jaringan Narkoba lain menjadi semakin menguat.

Alih-alih takut ditangkap, malah para jaringan bandar Narkoba ini menakut-nakuti masyarakat dengan aksi-aksi kriminal berat seperti peristiwa penculikan dan percobaan pembunuhan yang dialami oleh Amat Hamim di Desember 2025 silam.

“Saya hanya mengingatkan, jangan sampai terlambat. Jangan masyarakat yang menjadi dibuat korban ketakutan oleh jaringan bandar Narkoba. Harusnya, mereka itulah yang ditumpas, bukan malah dibiarkan merajalela,” tutupnya.|| Prasetiyo

Baca Selanjutnya

Berita lainnya