AKTUALONLINE.co.id LUBUK SIDUP |||
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) terus berupaya mendukung pemulihan dan pemberdayaan pascabencana Sumatra, melalui program Mahasiswa Berdampak
Kali ini tim dari Universitas Muslim Nusantara (UMN) Al-Washliyah hadir, dalam program mahasiswa berdampak di Desa Lubuk Sidup, Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh membawa program tepat guna berupa restorasi lahan, dan revitalisasi ekonomi lokal melalui pemberdayaan masyarakat, Kamis , 05 Februari 2026.
Ketua Pelaksana Kelompok Mahasiswa UMN Al Washliyah, Leni Handayani menjelaskan, bahwa sebelum bencana terjadi lahan yang terdampak bencana merupakan lahan pertanian yang siap panen dengan komoditi hortikultura yaitu Cabai Merah, Terung dan Timun. Namun, lahan tersebut terdampak bencana banjir besar yang menyebabkan kontur tanah sulit untuk dijadikan lahan pertanian kembali.
“Kami ingin ke depannya melalui restorasi lahan pertanian yang kami berikan, lahan ini akan terus menjadi aset dari kelompok tani Lubuk Madu Sembilan dan memberikan dampak berkelanjutan, sehingga perlahan memulihkan perekonomian kelompok tani dan sekaligus penyerahan bantuan mesin jetor (Cultivator Komplit) kepada ketua kelompok tani agar dapat gunakan untuk membantu petani mempercepat pengolahan lahan dan berproduksi kembali,” ujar Leni saat ditemui di Desa Lubuk Sidup.
Kegiatan pemulihan lahan bertanian dengan pembersihan material yang tertimbun didalam tanah, pengolahan lahan menggunakan mesin jetor, pemberian bahan organik dan persiapan tanam. Kegiatan restorasi ini merupakan langkah konkret untuk mengembalikan produktivitas lahan melalui beberapa tahapan : Menyingkirkan benda-benda yang tertimbun di dalam tanah guna membersihkan media tanam. Menggunakan mesin jetor (hand tractor) untuk menggemburkan tanah secara efektif. Menambahkan nutrisi alami untuk memperbaiki struktur dan kesuburan tanah. Tahap akhir untuk memastikan lahan siap digunakan kembali oleh masyarakat lokal. Tujuan pemulihan lahan ini adalah untuk merestorasi lahan sekaligus revitalisasi ekonomi warga setempat yang terdampak oleh kondisi lahan yang sebelumnya.
Kehadiran mahasiswa membantu mempercepat pemulihan lahan pertanian dengan konsep pertanian ramah lingkungan dengan penerapan pertanian organik dengan pengaplikasian pupuk organik cair dan pupuk kompos serta asap cair dari pembakaran ke lahan pertanian sebelum dilakukan penanaman guna mengembalikan unsur hara tanah yang selama ini rusak akibat bencana banjir.
Restorasi lahan, dan revitalisasi ekonomi lokal, dilakukan melalui rehabilitasi produktivitas tanah pasca bencana. Optimalisasi lahan berpasir pasca bencana diwujudkan melalui teknik polikultur, dan penyediaan sumber pangan mandiri bagi masyarakat terdampak. Komoditas yang ditanam meliputi mentimun, tomat, terung, cabai merah dan lainnya.
Di kesempatan yang sama, Muhammad Irwan, ketua kelompok tani Desa Lubuk Sidup mengatakan bahwa dengan keterbatasan masyarakat Desa Lubuk Sidup terlebih lagi terdampak bencana seperti saat ini rasanya sulit untuk memulihkan lahan pertanian dengan cepat.
Adanya program Mahasiswa Berdampak sangat membantu masyarakat Desa Lubuk Sidup dalam merestorasi lahan pertanian dan merevitalisasi ekonomi lokal.
Kelompok tani Desa Lubuk Sidup berkomitmen untuk berupaya meneruskan metode pertanian ini agar lebih luas dan berkembang.
Ketua Kelompok Tani menyatakan apresiasi yang sangat besar kepada tim dosen dan mahasiswa UMN Al-Washliyah dengan adanya program mahasiswa berdampak lahan pertanian di Desa Lubuk Sidup berangsur membaik yaitu ditandai dengan tumbuhnya tanaman jagung di areal pertanian milik petani. Ini harapan besar untuk mengembalikan lahan pertanian sesuai fungsinya setelah pasca banjir di Desa Lubuk Sidup, ujarnya.||| Zul
Editor : Zul
Sumber : Leni Handayani (Dosen Fakultas Pertanian UMN Al-Washliyah)
