Today

1 Ramadhan 1447 H, Fahrul Rozi Harahap: Copot Kapolda Sumbar Irjen Pol Gatot Tri Suryanta !

Kapolda Sumbar Irjen Pol Gatot Tri Suryanta. (Foto: Ist/Aktual Online)

 

 

AKTUALONLINE.co.id – Sumatera Barat || Alangkah baiknya masuk 1 Ramadhan 1447 H ini Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo melakukan perbuatan baik dengan mencopot Kapolda Sumbar Gatot Tri Suryanta.

Tidak sampai di situ, para mafia, masyarakat dan ninik mamak yang terlibat tambang emas ilegal di Pasaman juga harus diproses hukum, bukan malah dibantu agar aktivitas ilegal mereka bisa menjadi ilegal seperti lobi-lobi politik yang dilakukan oleh Kapolda Sumbar Irjen Pol Gatot Tri Suryanta ke Kementerian ESDM.

Desakan ini terus digaungkan Praktisi Hukum dan Aktivis Fahrul Rozi Harahap mengingat adanya pengakuan dari pelaku tambang emas ilegal diduga HR soal bagi-bagi jatah 7 persen dari mafia kepada masyarakat dan ninik mamak, seperti meludahi wajah polisi karena dianggap tidak akan pernah mampu menyentuh mereka.

“Saya pikir Ramadhan ini bulan baik, segala perbuatan baik akan dilipatgandakan Allah. Mencopot Kapolda Sumbar Irjen Pol Gatot Tri Suryanta adalah kebaikan untuk mencegah munculnya masalah tambang emas ilegal di kemudian hari. Apalagi sudah ada pengakuan dari lelaku tambang emas ilegal, ada jatah rupanya. Polisi juga dapat apa tidak, memang tidak disebutkan namun pengakuan itu seperti meludahi wajah polisi karena polisi tidak dapat menyentuh mereka hingga saat ini,” cecar Fahrul Rozi Harahap, Kamis (19/2/2026) siang.

Lanjutnya, masalah tambang emas ilegal ini pula yang menjadi pemicu kasus percobaan pembunuhan nenek Saudah karena menolak aktivitas ilegal itu masuk ke lahannya. Setelah itu publik juga dikejutkan kekompakan tokoh adat mengusir nenek Saudah dari komunitas adat. Hingga akhirnya mafia tambang emas ilegal mengungkap bahwa ninik mamak dan masyarakat telah mendapat bagian 7 persen.

READ  2 Polisi di Tebing Tinggi 'Tukang Bongak'

Sementara itu, Kapolda Sumbar Irjen Pol Gatot Tri Suryanta yang dihubungi Aktual Online memilih bungkam daripada memberi tanggapannya soal pengakuan pelaku tambang emas ilegal soal bagi-bagi jatah persen kepada masyarakat dan ninik mamak.

Ia pun belum berkenan memberi keterangan soal alasannya melakukan lobi-lobi politik ke Kementerian ESDM di tengah desakan tolak tutup tambang emas ilegal, serta tidak kunjung ditangkapnya pelaku lain dalam kasus percobaan pembunuhan nenek Saudah.|| Prasetiyo

Related Post