AKTUALONLINE.co.id TULUNGAGUNG |||
Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat kualitas perencanaan pembangunan. Ia menekankan pentingnya pendekatan ilmiah dan berbasis data agar kebijakan pembangunan lebih tepat sasaran serta mampu menjawab kompleksitas tantangan ke depan.
Pesan tersebut disampaikan saat membuka Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Sistem Perencanaan Dasar yang digelar di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, pada 27-29 Januari 2026. Kegiatan berlangsung di lantai 4 Gedung Fisipol UGM dan diikuti aparatur perencana dari berbagai perangkat daerah di lingkungan Pemkab Tulungagung.
Pembukaan diklat turut dihadiri jajaran pimpinan akademik Fisipol UGM, antara lain:
– Dekan Fisipol UGM, Dr. Wawan Mas’udi, S.I.P., M.P.A.
– Direktur Pusat Pengembangan Kapasitas dan Kerja Sama (PPKK) Fisipol UGM, Dr. Arie Ruhyanto
– Kepala Bappeda Kabupaten Tulungagung, Drs. Johanes Bagus Kuncoro, M.Si.
– Guru Besar Tata Kelola Kebijakan Publik Fisipol UGM, Prof. Dr. Gabriel Lele
Kehadiran para tokoh tersebut menegaskan dukungan perguruan tinggi dalam mendampingi pemerintah daerah meningkatkan kapasitas aparatur perencana.
Dalam sambutannya, Bupati Gatut Sunu Wibowo menekankan bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi merupakan langkah strategis. “Perencana pembangunan harus memiliki wawasan luas, responsif terhadap perubahan, dan mampu merumuskan solusi komprehensif. Diklat ini diharapkan menjadi ruang pembelajaran untuk itu,” tegasnya.
Ia menambahkan, aparatur perencana tidak hanya dituntut menguasai aspek teknis, tetapi juga harus memiliki kemampuan analisis dan pemikiran strategis yang kuat.
Bupati menyampaikan apresiasi atas dukungan Fisipol UGM, khususnya melalui PPKK, dalam mendampingi Pemkab Tulungagung. Ia berharap kerja sama ini terus diperkuat dan diperluas ke berbagai program pengembangan kompetensi lainnya.
Melalui Diklat Sistem Perencanaan Dasar ini, Pemkab Tulungagung menargetkan lahirnya aparatur perencana yang profesional, adaptif, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat. Dengan demikian, arah pembangunan daerah diharapkan lebih terintegrasi dan berkelanjutan.||| Dodik S
Editor : Zul




