Today

Pelaku Tambang Emas Ilegal Pasaman Buat Perlawanan Terbuka Tapi Polisi Tak Ada Nyali, Fahrul Rozi Harahap: Copot Kapolda Sumbar

Praktisi Hukum dan Aktivis Fahrul Rozi Harahap dengan latar belakang Kapolda Sumbar Irjen Pol Gatot Tri Suryanta dan korban percobaan pembunuhan Nenek Saudah. (Foto: Ist/Aktual Online)

 

 

 

AKTUALONLINE.co.id – Sumatera Barat || Tanpa perlu kerja keras, sebenarnya jajaran kepolisian di Polda Sumatera Barat (Sumbar) sangat gampang untuk mencari dan menangkap aktor intelektual di balik tambang emas ilegal. Bukan malah sibuk mengurusi alat-alat berat yang sudah tidak beroperasi ditinggal pemiliknya sementara.

Saat ini, para pelaku tambang emas ilegal malah berani melakukan perlawanan secara terbuka dengan aksi penolakan ditutupnya tambang emas ilegal dan menolak kedatangan anggota DPR RI Andre Rosiade, serta mencoba memanipulasi insiden percobaan pembunuhan nenek Saudah bukan karena tambang emas ilegal.

Anehnya, tidak ada satupun polisi memiliki nyali menangkap para pelaku tambang emas ilegal. Padahal, dikatakan Praktisi Hukum dan Aktivis Fahrul Rozi Harahap, dengan menangkap mereka maka akan terungkap histori beserta aktor intelektual yang mempelopori tambang emas ilegal hingga melibatkan masyarakat.

“Pelaku tambang emas ilegalnya sudah muncul. Secara terang-terangan mereka buat aksi menolak ditutup tambang ilegal. Tapi, tidak satupun polisi punya nyali menangkap. Ada apa, apa ini gerakan yang memang dilindungi, apa tambang emas ilegal sudah disahkan oleh polisi di Pasaman. Padahal tinggal tangkap saja, jangankan histori, aktor intelektualnya pun terungkap. Kasus nenek Saudah ini juga tidak lepas karena tambang emas ilegal,” cecarnya Fahrul Rozi Harahap, Rabu (21/1/2026) siang.

Diamnya polisi dengan aksi perlawanan nyata tidak hanya menunjukkan kegagalan Kapolda Sumbar Irjen Pol Gatot Tri Suryanta dalam menegakkan keadilan. Namun, juga lemah dalam memberikan pemahaman soal pelanggaran hukum, hingga menimbulkan opini liar bahwa polisi ikut mendukung tambang emas ilegal.

READ  Sidang Citraland Hanya Seremoni, Jaksa Kaburkan Dakwaan

Memang, saat ini air sungai di Pasaman sudah mulai jernih. Namun, dengan membiarkan aktor intelektual tambang emas ilegal masih bebas berkeliaran dan bisa menggerakkan massa untuk melakukan perlawanan maka sudah sepatutnya Kapolda Sumbar Irjen Pol Gatot Tri Suryanta dicopot.

“Kapolda Sumbar Irjen Pol Gatot Tri Suryanta dicopot sajalah pak Kapolri,” tegas Fahrul Rozi Harahap.

Jika ketidakmampuan Kapolda Sumbar Irjen Pol Gatot Tri Suryanta tetap dipertahankan, maka pelaku aktivitas haram lainnya pun akan berani menunjukkan perlawanan terhadap kepolisian dengan kunci melibatkan masyarakat.

Sementara itu, Kapolda Sumbar Irjen Pol Gatot Tri Suryanta yang dikonfirmasi soal tambang emas ilegal maupun kasus percobaan pembunuhan nenek Saudah, belum mau memberikan keterangan.|| Prasetiyo

Related Post