20.5 C
Indonesia
Senin, 20 April 2026

Copot Kapolda Sumbar, Kapolri Harus Ambil Alih Kasus dan Tangkap Aktor di Balik Layar Percobaan Pembunuhan Nenek Saudah

Berita Terbaru

Massa aksi Kolaborasi Anak Bangsa Nasional saat mendesak Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit mencopot Kapolda Sumbar Irjen Pol Gatot Tri Suryanta dalam unjuk rasa, Rabu (14/1/2026) di Mabes Polri. (Foto: Ist/Aktual Online)

 

 

AKTUALONLINE.co.id – Jakarta || Kolaborasi Anak Bangsa Nasional melakukan aksi unjuk rasa di depan Mabes Polri dan mendesak Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo untuk mencopot Kapolda Sumatera Barat (Sumbar) Irjen Pol Irjen Pol Gatot Tri Suryanta atas gagalnya kepolisian menangani kasus percobaan nenek Saudah yang menolak aktivitas tambang hingga menimbulkan kekacauan sosial.

“Copot Kapolda Sumbar Irjen Pol Gatot Tri Suryanta karena telah gagal menangani kasus nenek Saudah. Kami tidak percaya dengan Kapolda Sumbar dan Kapolres Pasaman. Kami hari ini datang ke Mabes karena yakin di sini masih ada Jenderal yang punya hati nurani, dan punya akal untuk merenungi bahwa tanpa nenek, tidak akan ada Jenderal di Mabes Polri ini. Copot Kapolda Sumbar, Copot Kapolres Pasaman,” teriak Penanggungjawab aksi Alim Sofian Ritonga, Rabu (14/1/2026) siang.

Lanjutnya, aksi dugaan percobaan pembunuhan nenek Saudah jangan dipelintir menjadi kasus sengketa lahan keluarga. Sebab, semua masyarakat di Pasaman mengenal baik nenek Saudah sebagai orang dihormati. Jika ada yang tidak mendukung nenek Saudah, maka patut disinyalir terlibat aktivitas tambang emas ilegal.

Alim Sofian Ritonga menganalisis bahwa saat ini situasi di Pasaman sedang panas karena nenek Saudah berusaha mengungkap kebenaran. Demi keselamatan nenek Saudah, Mabes Polri harus bertanggungjawab dengan turun ke Pasaman untuk menjemputnya serta mengambil alih penanganan kasus ini.

“Jemput nenek Saudah, Mabes Polri harus tanggungjawab menjaga keselamatan nenek Saudah. Ambil alih kasus ini, karena diduga pihak Polda Sumbar dan Polres Pasaman telah terkontaminasi dengan para pelaku tambang ilegal. Ungkap, siapa sebenarnya aktor di balik layar kasus ini,” tegasnya.

Sebenarnya, Alim Sofian Ritonga menyindir polisi bahwa penanganan kasus yang dialami nenek Saudah tidak sulit jika dari awal polisi mau berpihak pada kebenaran. Kejanggalan kasus ini terlihat dari munculnya nama Roni Irawan alias Rohom yang mengancam aktivis serta wartawan lalu pria yang berstatus ASN tersebut membuat pengakuan soal keterlibatannya dalam tambang emas ilegal.

Meski polisi telah berhasil menangkap yang diklaim sebagai pelaku penganiayaan nenek Saudah, namun ceritanya dibesar-besarkan secara sepihak untuk melawan kesaksian nenek Saudah sebagai korban dugaan percobaan pembunuhan karena menolak tambang emas ilegal.

“Ini gara-gara tambang emas ilegal. Kok kasus tambangnya hilang. Siapa itu Roni Irawan alias Rohom, kok muncul dan ancam-ancam aktivis dan wartawan. Periksa Roni Irwan alias Rohom. Kan aneh. Tiba-tiba ada yang menyerahkan diri, eh rupanya kata nenek Saudah bukan itu pelakunya. Lawak-lawak ini. Copot Kapolda Sumbar dan Kapolres Pasaman,” cecarnya.

Jika tidak ada pergerakan positif dari Mabes Polri, pekan depan massa aksi dari Kolaborasi Anak Bangsa akan kembali menggelar demonstrasi serupa dengan massa yang lebih banyak.|| Prasetiyo

Baca Selanjutnya

Berita lainnya