AKTUALONLINE.co.id TULUNGAGUNG |||
Polemik tentang dampak pembangunan Jalan Lintas Selatan (JLS) di Desa Ngrejo, Kecamatan Tanggunggunung, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, semakin mencuat di masyarakat. Pembuangan limbah tanah dari pengerukan lahan menimbulkan berbagai masalah lingkungan yang mengundang reaksi beragam dari warga setempat.
Pada 26 Februari 2025, Wiwik Suryanto, Sekretaris Desa Ngrejo, mengungkapkan bahwa warga Dusun Mrangen dan Dusun Kuning merasa terdampak oleh pembuangan limbah tanah dari JLS. Beberapa warga bahkan telah mengadukan keluhan mereka ke pemerintah desa dan pihak PT. GALA HUTAMA KARYA (HK), kontraktor proyek tersebut.
“Keluhan dari warga Dusun Kuning sudah beberapa kali disampaikan. Kami, sebagai pemerintah Desa Ngrejo, telah berupaya untuk menyampaikan masalah ini kepada pihak PT. HK. Namun, tanggapan yang diterima masih belum memadai. Salah satu warga di Dusun Njaten juga mengalami kerugian akibat tanaman jagung dan pepohonan mereka tertimbun tanah longsor dari pembuangan limbah tersebut,” jelas Wiwik.
Wiwik juga menambahkan bahwa pemerintah Desa Ngrejo merasa kesal karena penanganan penimbunan limbah oleh kontraktor tidak maksimal, bahkan ada yang terletak di dekat sumber mata air. Kekhawatiran warga meningkat, sehingga diharapkan dinas terkait segera mengambil tindakan yang lebih baik.
Sujarwo, Kepala Desa Ngrejo, juga mendukung pernyataan Wiwik. Ia menegaskan bahwa keluhan warga terkait dampak pembuangan limbah JLS memang nyata adanya. “Dampak pembuangan limbah JLS ke lahan pekarangan dan permukiman sangat dirasakan oleh warga, terutama di Dusun Kuning dan Mrangen Dusun Ngrejo. Bahkan, Camat setempat sudah mengunjungi lokasi ini,” ujar Sujarwo.
Selain itu, Sujarwo mengungkapkan bahwa talut penanggul jalan yang dibangun pemerintah desa, berjarak sekitar 300 meter dari pengerukan JLS, juga rusak akibat luapan tanah lumpur dari proyek tersebut. Banyak pepohonan yang tumbang, dan saat hujan tiba, warga dari satu RT di Dusun Kuning harus mengungsi ke tempat yang lebih aman karena takut terkena longsoran tanah.
“Kami berharap PT. HK maupun dinas terkait segera memberikan respons positif terhadap keluhan warga, agar tidak ada lagi warga yang menjadi korban dari pembangunan JLS,” tegas Sujarwo. ||| Dodik
Editor : Zul
