Today

PMPHI Beberkan Penyebab Banjir Bandang Sarulla Pahae Jae, PT. SNL Disinggung Jadi Biang

Koordinator PMPHI Sumut Gandi Parapat, Sabtu (11/1/2024) saat di lokasi terdampak banjir bandang Desa Sarulla Kecamatan Pahae Jae Kabupaten Tapanuli Utara. (Foto: Ist/Aktual Online)

 

AKTUALONLINE.co.id – Tapanuli Utara || Koordinator Wilayah Pusat Monitoring Politik dan Hukum Indonesia (PMPHI) Sumut Gandi Parapat membeberkan penyebab banjir bandang yang menghancurkan pemukiman masyarakat Desa Sarulla Kecamatan Pahae Jae Kabupaten Tapanuli Utara akhir tahun 2024 lalu.

Hasil investigasinya secara langsung di lokasi terdampak banjir bandang, bencana alam tersebut disebabkan oleh penebangan pohon. Hal itu dibuktikan dengan banyaknya potongan pohon terdampar di aliran banjir bandang yang ditemukan.

“Kayu-kayu ini bekas tebangan, buktinya tidak ada akar,” beber Gandi Parapat, Sabtu (11/1/2025) siang dalam sebuah video di lokasi terdampak banjir bandang.

Ia juga menyebutkan bahwa muasal perkara banjir bandang ini diduga berasal dari ulah PT. Sarulla Nauli Lestari (SNL) yang pernah ditutup di masa Presiden Megawati Soekarno Putri.

Dampak buruk aktivitas perambahan hutan oleh PT. SNL baru berimbas sekarang akibat adanya lubang raksasa yang dahulunya digunakan PT. SNL untuk pengawetan kayu-kayu hasil tebangan.

Ia dan masyarakat sekitar meyakini bahwa lubang-lubang yang dibuat PT. SNL itu telah usang dan merusak ketahanan tanah hingga akhirnya tidak mampu menahan lebih banyak debit air dari curah hujan dan mengakibatkan longsor.

Melalui pemberitaan ini, Gandi Parapat berharap kepada Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara agar turun tangan melakukan pengecekan secara langsung titik lubang pengawetan kayu tersebut dan melakukan tindakan nyata agar banjir bandang serupa tidak terulang di Pahae Jae.|| Prasetiyo

READ  Tim Tabur Kejati Sulsel Amankan AM Tersangka Kasus Dugaan Korupsi DD dan ADD Desa Wiring

Related Post