AKTUALONLINE.co.id – Medan || Sejak pagi, persimpangan Jalan Panglima Denai – Jalan Menteng VII Kota Medan mulai padat. Ratusan sepeda motor dan mobil sedikit terjebak macet karena lalu lalang masyarakat masuk ke posko pemenangan Edy Rahmayadi yang didirikan oleh Djumongkas Hutagaol.
Acaranya sederhana, datang, duduk dan makan. Namun, ada sekitar seribuan massa rela berdesakan karena ingin melihat langsung kehadiran calon Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi ke posko tersebut.
Memang, Djumongkas Hutagaol kepada Aktual Online telah beberapa kali menyebut bahwa dirinya ingin membantu menciptakan iklim pemerintahan yang kondusif dan pro rakyat dengan caranya sendiri selaku masyarakat sipil. Salah satunya dengan meresmikan posko pemenangan mendukung Edy Rahmayadi menjadi Gubernur Sumut 2024.
Disamping ingin memberangus persoalan politik dinasti, dukungan kepada Edy Rahmayadi diberikannya karena rasa sayang. Ada harapan jika nanti menang, calon pemimpin ini gampang ditemui, mudah diajak berdiskusi serta mampu melakukan evaluasi atas kritik masyarakat terhadap kinerja di jajarannya yang telah menyusahkan rakyat melalui kebijakan mereka.
“Saya mengucapkan banyak terimakasih bapak Edy Rahmayadi. Kami membuat rumah koalisi untuk kemenangan bapak. Memang lokasi ini kurang luas, tapi kami di sini sangat menyayangi Bapak Edy Rahmayadi. Semoga Tuhan memberkati hingga menjadi Gubernur Sumut,” ungkapnya, Sabtu (21/9/2024) siang.
Calon Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi pun mengaku terkejut atas aksi nyata Djumongkas Hutagaol, sebab tidak sesen pun uang pribadinya keluar untuk merancang acara peresmian rumah pemenang itu. Bahkan, ia diberi panggung untuk berinteraksi dan komunikasi dengan masyarakat.
“Djumongkas Hutagaol luar biasa. Biasa aku mengejar panggung. tapi hari ini disediakan panggung. Inilah bukti bahwa masyarakat tidak bisa dibohongi dan dipaksa untuk memilih. Semoga Tuhan memberkati. Saya tidak bayar apa-apa sama beliau. Tapi beliau mengasih seperti ini,” ungkap Edy Rahmayadi.
Ia setuju dengan cara Djumongkas Hutagaol untuk mendukungnya sebagai calon Gubernur Sumut gacoan di Pilkada 2024 nanti. Sebab, yang menjadi tolak ukur masyarakat Sumatera Utara saat ini adalah harga diri. || Prasetiyo
