AKTUALONLINE.co.id – Medan || Sudah 7 bulan Polrestabes Medan belum juga mampu menangkap pelaku percobaan pembunuhan dan penculikan oleh jaringan bandar sabu Mangkubumi terhadap Amat Hamim (32) pada akhir 2025 silam.
Kepada Aktual Online, Rabu (22/7/2026) siang, Amat Hamim mengaku bahwa Juper Polrestabes Medan menjanjikan mereka untuk segera menerbitkan surat Daftar Pencarian Orang (DPO), namun hingga saat ini tidak terealisasi.
“Kemarin juper nya bilang sudah dinaikin ke pimpinan tinggal surat DPO nya keluar langsung ditangkap. Tapi sampai sekarang tidak juga ditangkap-tangkap bang,” keluh korban.
Padahal, Amat Hamim sering membantu kepolisian dalam menumpas Narkoba, tapi saat dibantai jaringan bandar Sabu, polisi seperti sulit sekali membantunya.
Ia menyindir, aksi peduli Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak yang sangar di media sosial memberantas Narkoba namun tidak mau menuntaskan pengaduannya.
Menurut Amat Hamim, saat ini Polrestabes Medan telah pilih kasih dalam menegakkan keadilan. Untuk itu, ia berencana akan melaporkan perlakuan jajaran Polrestabes Medan ke Propam Mabes Polri untuk ditindak.
Lewat berita di Aktual Online, Amat Hamim memohon agar Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo segera mencopot Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak karena terlalu banyak pansos dibanding menanggapi keluhan masyarakat yang telah menjadi korban tindak pidana serius.
Hingga berita ini ditayangkan, Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak yang dihubungi belum memberikan tanggapannya soal pernyataan korban penculikan dan percobaan pembunuhan Amat Hamim.
Diketahui, Ahmad Hamim mengungkap bahwa ia diculik oleh empat orang pria yang ia kenal dari sebuah tempat hiburan malam di Kawasan CBD Polonia. Mereka adalah Friski, Ali Gomok, Ari Botak dan Satya.
Saat itu sekitar pukul 02.30 WIB, di parkiran yang sepi kakinya ditusuk sebilah pisau karena melawan saat akan dibawa. Setelah pasrah, Amat Hamim langsung diangkut dengan sebuah sepeda motor dan dibawa ke jalan Masjid.
“Mereka membawa saya ke luar (red. tempat hiburan malam), di parkiran saya ditikam, saya tidak bisa melawan lagi. Mereka membawa saya ke jalan Masjid,” ungkapnya mengingat kejadian.
Di sana Amat Hamim diturunkan dan dihajar kembali dengan pukulan baseball, tidak hanya urat-urat di kakinya yang jadi sasaran tusukan. Namun, kepalanya juga disayat hingga membuatnya sempat tidak sadarkan diri.
Untungnya, saat saat salah seorang pelaku memukul kaki kirinya, Amat Hamim kembali sadar dan spontan berlari, langsung meloncat ke sungai. Para pelaku sempat berpikir Amat Hamim sudah meninggal lantaran saat itu ia berkamuflase seolah-olah tidak bernyawa lagi.
“Diam saja saya, mata saya ke atas. Mereka senter, tau saya. Dipikir mereka saya sudah mati,” ucapnya.
Setelah memastikan aman, Amat Hamim kemudian memaksakan diri mengarungi sungai hingga ke kawasan kesawan. Di sanalah ia meminta pertolongan dengan warga sekitar. Hingga akhirnya berhasil dilarikan ke rumah sakit dan membuat laporan kepolisian nomor LP/B/4476/XII/2025/SPKT/Polrestabes Medan/Polda Sumatera Utara.|| Prasetiyo




