AKTUALONLINE.co.id TULUNGAGUNG |||
Kondisi saluran pembuangan air di persawahan Desa Waung, Kecamatan Boyolangu, kian memprihatinkan. Saluran sepanjang ratusan meter itu dipenuhi tumbuhan perdu, rumput, dan lumpur sehingga aliran air tersumbat. Petani khawatir sawah mereka akan tergenang saat musim hujan, mengancam produktivitas dan ketahanan pangan di wilayah tersebut.
Kepala Desa Waung, Hari Purwanto, M.H., menuturkan kepada wartawan, Senin (27/4/2026), bahwa normalisasi total sangat mendesak. “Kelancaran saluran pembuangan penting untuk mengalirkan kelebihan air sawah menuju sungai. Kami berharap dinas terkait segera melakukan penanganan menyeluruh,” ujarnya.
Menurut Hari, pemerintah desa beberapa tahun lalu sempat melakukan normalisasi terbatas. Namun, saluran yang membentang dari Desa Bono, Waung, Gedangsewu hingga bermuara ke Sungai Ngrowo membutuhkan biaya besar.
“Untuk wilayah Desa Waung sendiri, panjang saluran sekitar 466 meter, dan baru 150 meter yang sudah ditalut. Sisanya masih terbuka dan rawan tersumbat,” tambahnya.
Sejumlah petani mengaku resah. “Kalau hujan deras, air cepat meluap. Tanaman padi bisa rusak, hasil panen berkurang,” kata Riyanto, salah seorang petani setempat. Ia berharap pemerintah daerah turun tangan agar saluran bisa berfungsi optimal.
Lanjut, Hari menekankan, keterlibatan Pemkab Tulungagung melalui dinas terkait sangat diharapkan. Normalisasi total dari hulu ke hilir akan mencegah genangan air, menjaga keberlangsungan produksi pertanian, sekaligus mendukung program ketahanan pangan daerah.
“Drainase sawah sangat krusial saat musim hujan agar sawah tidak kebanjiran. Dengan dukungan pemerintah, kebutuhan aliran air bagi lahan pertanian dapat terjaga demi kesejahteraan masyarakat,” tandasnya.||| Dodik S
Editor : Zul
