Amat Hamim merupakan korban culik dan percobaan pembunuhan jaringan bandar Narkoba Mangkubumi Medan. Foto diambil saat Amat Hamim usai berhasil lari dan meminta pertolongan warga di daerah Kesawan pada 28 Desember 2025. (Foto: Ist/Aktual Online)
AKTUALONLINE.co.id – Medan || Amat Hamim (32) tahun menjadi korban penculikan dan nyaris dibunuh oleh jaringan bandar Narkoba Mangkubumi Medan pada 28 Desember 2025 silam, namun pelakunya belum juga ditangkap hingga sekarang.
Dalam wawancara program Ekslusif dengan Aktual Online, Amat Hamim mengungkap bahwa ia diculik oleh empat orang pria yang ia kenal dari sebuah tempat hiburan malam di Kawasan CBD Polonia. Mereka adalah Friski, Ali Gomok, Ari Botak dan Satya.
Saat itu sekitar pukul 02.30 WIB, di parkiran yang sepi kakinya ditusuk sebilah pisau karena melawan saat akan dibawa. Setelah pasrah, Amat Hanim langsung diangkut dengan sebuah sepeda motor dan dibawa ke jalan Masjid.
“Mereka membawa saya ke luar (red. tempat hiburan malam), di parkiran saya ditikam, saya tidak bisa melawan lagi. Mereka membawa saya ke jalan Masjid,” ungkapnya mengingat kejadian.
Di sana Amat Hamim diturunkan dan dihajar kembali dengan pukulan baseball, tidak hanya urat-urat di kakinya yang jadi sasaran tusukan. Namun, kepalanya juga disayat hingga membuatnya sempat tidak sadarkan diri.
Untungnya, saat saat salah seorang pelaku memukul kaki kirinya, Amat Hamim kembali sadar dan spontan berlari, langsung meloncat ke sungai. Para pelaku sempat berpikir Amat Hamim sudah meninggal lantaran saat itu ia berkamuflase seolah-olah tidak bernyawa lagi.
“Diam saja saya, mata saya ke atas. Mereka senter, tau saya. Dipikir mereka saya sudah mati,” ucapnya.
Setelah memastikan aman, Amat Hamim kemudian memaksakan diri mengarungi sungai hingga ke kawasan kesawan. Di sanalah ia meminta pertolongan dengan warga sekitar. Hingga akhirnya berhasil dilarikan ke rumah sakit dan membuat laporan kepolisian nomor LP/B/4476/XII/2025/SPKT/Polrestabes Medan/Polda Sumatera Utara.
Simak pengakuan Amat Hamin dalam tayangan wawancara berikut:
Sayang, laporan yang telah lama ia buat belum juga membuahkan hasil. Hingga luka-luka serius yang nyaris membuatnya meninggal, pelaku tidak kunjung ditangkap.
Menurut Amat Hamim, pelaku memang merupakan orang berpengaruh dalam jaringan bandar Narkoba Mangkubumi Medan. Meski berkali-kali menyebut namanya secara jelas dalam pemeriksaan di kepolisian, Friski Cs tidak dapat ditangkap.
Melalui pemberitaan di Aktual Online, Abdul Hamim berharap jajaran Polda Sumut Khususnya Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak untuk membantunya menangkap para pelaku.
Apalagi Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak ia nilai tampak garang dalam berbagai media massa dan media sosial soal negara hadir di tengah-tengah masyarakat khususnya perang melawan Narkoba. Melalui kasusnya, Amat Hamim bersaksi bahwa Friski Cs adalah jaringan bandar Narkoba di Mangkubumi Medan yang harus ditangkap agar tidak ada lagi korban sepertinya ke depan.
Ia pun membeberkan bahwa peristiwa penculikan dan percobaan pembunuhan yang dialaminya merupakan imbas aksi nekadnya mengadukan aktivitas transaksi Narkoba Friski Cs di daerah Mangkubumi ke polisi. Tidak wajar, jika saat ingin dihabisi, polisi tidak melindungi.|| Prasetiyo
