Pabrik aluminium PT. Inalum yang tidak beroperasi dan terbengkalai karena dampak monopoli PT. AWS. (Red. Ist/Aktual Online)
AKTUALONLINE.co.id – Batubara || Lokasi penyimpanan harta karun berupa kasus-kasus besar dari PT. Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) sebenarnya adalah PT. AWS. Bukan masalah korupsi dalam penjualan aluminium seperti yang dibeberkan oleh Kejatisu beberapa waktu lalu usai melakukan penggeledahan.
Penelusuran yang dilakukan Aktual Online, PT. AWS adalah perusahaan yang memonopoli semua pekerjaan di PT. Inalum hingga mematikan anak perusahaan PT. Indonesia Aluminium Alloy (IAA).
Sebuah dokumen pemeriksaan independen yang didapat Aktual Online menunjukkan bahwa PT. AWS sudah melakukan ekspansinya di PT. Inalum sejak tahun 80-an atau kala perusahaan tersebut bernama PT. SDJ dan dipimpin oleh SDI, yakni ayah dari RWY yang kini mengomandoi PT. AWS.
Di PT. Inalum, perusahaan yang turun dari bapak ke anak ini membuat taktik perusahaan bayangan, atau menciptakan banyak perusahaan seakan-akan seperti saingan padahal untuk menguatkan ekspansi monopoli.
RWY bekerjasama dengan eks Karyawan perusahaan membentuk 3 perusahaan lainnya yakni PT.CJP, PT. BDS, PT. CKY dan menciptakan anak perusahaan boneka mereka, yakni PT.GNG, PT. ISB, PT.AN, PT.SAP, dan PT.MJP.
Melihat adanya ketidakberesan dalam penanganan perkara di PT. Inalum ini, Praktisi Hukum Jauli Manalu mengingatkan Kajatisu Harli Siregar untuk tidak main mata. Ia tidak mau nama harum yang telah ia peroleh sejauh ini berubah menjadi cemoohan publik terhadapnya.
“Ya kalau dari data penelusuran Aktual Online, saya sudah yakin. Data yang disajikan Aktual Online selalu akurat. Saya menganalisa ada yang tidak beres memang. Mengapa PT. AWS ini tidak diusut. Kalau penjualan aluminium ini geleng pak. Sekarang yang lebih rugi negara, mengapa PT. IAA yang dibangun oleh PT. AWS tidak beroperasi, mengapa kerjaan yang harus dikerjakan PT. IAA diambil oleh anak perusahaan PT. AWS,” ungkapnya keras.|| Prasetiyo
