27.3 C
Indonesia
Jumat, 17 April 2026

Christoph Munthe Memang DPO, Kapolres Tebing Tinggi Bantu Buronan Itu Jadi Anggota Dewan

Berita Terbaru

Kolase foto dokumen bukti DPO Christoph Munthe (kiri), DPO Christoph Munthe (pakai peci) dan Kapolres Tebing Tinggi AKBP Simon Paulus Sinulingga (belakang). (Foto: dok. Aktual Online)

 

 

AKTUALONLINE.co.id – Tebing Tinggi || Berdasarkan data valid yang dikumpulkan Aktual Online, Christoph Munthe memang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Polres Tebing Tinggi sejak tahun 2021 silam.

Namun bukannya ditangkap, Kapolres Tebing Tinggi AKBP Simon Paulus Sinulingga malah membantu buronan kasus pencurian rel kereta api milik PT. KAI tersebut menjadi anggota dewan.

Fakta ini dapat dibuktikan secara detil dengan beberapa hal. Pertama soal status DPO Christoph Munthe itu, dicatat jelas dalam pengumuman resmi Polres Tebing Tinggi nomor DPO/107/X/2021/Reskrim tanggal 4 Oktober 2021.

Lewat pengiriman kantor Pos Indonesia, seorang mengaku mantan pejabat utama (PJU) Polres Tebing Tinggi, Jumat (25/7/2025) sore menyerahkan selembar surat dilengkapi dengan fotokopi dokumen DPO yang di dalamnya tertera nama Christoph Munthe.

“Melihat hal ini, saya selaku Bhayangkara negara/abdi negara/penegak hukum yang pernah bertugas di Polres Tebing Tinggi merasa terpanggil untuk membantu penuntasan dengan mendukung upaya yang dilakukan Aktual Online melalui pemberitaan yang akurat dan akuntabel,” ungkap orang mengaku mantan PJU Polres Tebing Tinggi di salah satu paragraf suratnya.

Dokumen resmi DPO ini hampir mengimbangi manuskrip peninggalan sejarah kerajaan kuno. Pasalnya, sesaat surat DPO yang dibuat, Polres Tebing Tinggi menyembunyikannya rapat-rapat sehingga masyarakat dan polisi di Indonesia tidak mengetahui bahwa Christoph Munthe adalah seorang buronan.

Makanya, awal kasus ini dibeberkan, Kapolres Tebing Tinggi AKBP Simon Paulus Sinulingga melalui Kasi Humas Polres Tebing Tinggi AKP Mulyono berani membohongi publik dengan menyatakan bahwa kasus Christoph Munthe masih penyelidikan padahal telah penyidikan. Hal itu dilakukan mereka lewat kemasan rilis berita di media lain sebagai upaya membungkam Aktual Online, tapi gagal.

Kedua, meski berstatus DPO tapi polisi memperlakukan Christoph Munthe dengan penuh kasih sayang. Buronan ini dibopong AKP Sahri Sebayang yang saat itu menjabat Kasatreskrim Polres Tebing Tinggi untuk menemui pihak PT. KAI.

Sepucuk surat resmi bernomor: B/1833/VIII/Res.1.B/2024/Reskrim tanggal 3 Agustus 2024 khusus diketikkan AKP Sahri Sebayang untuk menolong Christoph Munthe agar mendapat restorative justice setelah 8 pelaku lainnya divonis di PN Tebing Tinggi. Sayangnya, usaha itu ditolak mentah-mentah oleh PT. KAI.

Ketiga, polisi di Polres Tebing dengan ‘jurus maboknya’ (red. pura-pura tidak tahu masalah) menerbitkan SKCK serta membiarkan DPO Christoph Munthe keluar masuk Polres Tebing Tinggi dengan sesuka hati tanpa ditangkap dan ditahan.

Fasilitas syarat administrasi yang diberikan Kapolres Tebing Tinggi AKBP Simon Paulus Sinulingga dan jajarannya itulah, Christoph Munthe dapat melenggang menjadi anggota DPRD Tebing Tinggi.

AKBP Simon Paulus Sinulingga pun pura-pura hilang ingatan dan mulai menjadi pendiam sejak kebohongannya terungkap. Ia sama sekali tidak mau menjawab konfirmasi melalui telepon, aplikasi perpesanan dan memilih berondok (red.sembunyi) di dalam kantor jika didatangi Aktual Online.

Kasi Humas AKP Mulyono pun terakhir dijumpai beberapa waktu lalu terlihat tidak tenang. Bahkan demi menutup sebaran hoaks yang dilakukannya selama ini mewakili Kapolres Tening Tinggi AKBP Simon Paulus Sinulingga, ia langsung menyatakan bahwa Polres Tebing Tinggi tajam ke atas dan ke bawah, namun hingga saat ini tidak mampu menangkap buronan yang lalu lalang di sekitar kantornya setiap hari.

“Ini tugas kami melayani abang, ikhlas karena Allah. Profesional transparan, tajam ke atas, tajam ke bawah,” ungkapnya mewakili Kapolres Tebing Tinggi AKBP Simon Paulus Sinulingga yang berondok beralibi banyak kerja di ruangan 20 Mei 2025 lalu.

Alangkah mengejutkannya, pernyataan AKP Mulyono tiba-tiba berubah menjadi tajam ke bawah tumpul ke atas. Hal ini dibuktikan dengan ditangkapnya seorang DPO kasus cakar-cakaran yang merupakan seorang ibu dalam masa menyusui dengan cara pengerahan seluruh personil Satreskrim Polres Tebing Tinggi bersama saksi. Pada akhirnya penangkapan ini menambah masalah lain karena pengejaran DPO berubah menjadi penggeledahan rumah orang lain tanpa izin.

Yang jelas, berkat bantuan Kapolres Tebing Tinggi AKBP Simon Paulus Sinulingga beserta jajarannya, DPO Christoph Munthe kini menjadi anggota dewan. Soal adanya sesuatu yang diterima polisi dari buronan itu pun menjadi teka-teki.

Diketahui juga lewat 3 putusan inkrah, yakni 325/Pid.B/2021/PN Tbt, 326/Pid.B/2021/PN Tbt, 327/Pid.B/2021/PN Tbt, DPO Christoph Munthe disebut para 8 orang terdakwa sebagai otak pelaku pencurian rel kereta api milik PT. KAI.|| Prasetiyo

Baca Selanjutnya

Berita lainnya