Aktualonline.co.id-Deli Serdang
Usai pilkada Deli Serdang digelar kemarin, ternyata aroma bau korupsi yang di lipat serapat rapatnya ahkirnya terbongkar juga.
DPC gerakan rakyat Indonesia bersatu jaya {Grib) menemuhkan adanya aroma bau busuk tersebut yang terjadi di komisi pemilihan umum (KPUD) Deli serdang.
Menurut Jangga Siregar SHÂ sekretaris Grib Deli Serdang yang ditemui aktual online.co.id, Rabu (26/2/2025) mengakui bahwa Oktober 2024 yang lalu KPUD Deli Serdang sebagai penyelenggara pilkada melakukan sosialisasi dan melibatkan 90 mitra yang terdiri dari LSM, Yayasan dan kelompok kelompok lainnya dan sayangnya data tersebut tidak dapat di akses oleh DPC grib walau sudah menyurati pihak KPUD Deli Serdang sebanyak 3 kali guna mengetahui seluruh peserta kegiatan tersebut.
Dari kegiatan yang dilakukan tersebut KPUD Deli Serdang mengeluarkan anggaran kegiatan sebesar 20.645.000 per mitra hingga total seluruh anggaran 1,8 milyar.
Kecurigaan muncul, pihak KPUD Deli Serdang hanya mempublikasikan di media sosial KPUD saja sedangkan di media massa sama sekali tidak dilakukan sehingga kuat dugaan kegiatan sosialisasi tersebut hanya akal akalan KPU yang melibatkan divisi sosialisasi,pendidikan pemilih,partisipasi masyarakat dan SDM desyChairunisa lubis, kasubag keuangan umum dan logistik Abdul rojak tanjung serta ketua KPUD Deli Serdang RelisbYanthy Panjaitan.
Tentu saja, untuk menutupi bau busuk skandal korupsi tersebut rekrutmen mitra dilakukan dengan tertutup sehingga skandal dapat dilakukan padahal sesuai aturan penentuan mitra tersebut harus transparan dan terbuka sesuai aturan yang ditentukan oleh KPU.
Akibat dari permainan yang dilakukan KPUD Deli Serdang meninggalkan goresan yang mendalam bagi warga Deli Serdang sosialisasi yang menghabiskan uang negara sia sia saja dimana dan terbukti tingkat partisipasi pemilih yang ada di kabupaten ini paling jelek hanya 32,35 persen saja pemilih sehingga uang habis di embat oleh oknum oknum tersebut.
Akibat jeleknya penyelengara pemilu Deli Serdang uang negara 1,8 milyar terbuang sia sia akibat adanya dugaan korupsi yang dilakukan penyelengara pemilu sehingga pilkada Deli Serdang menjadi catatan terburuk di Indonesia dengan jumlah partipasi terendah.
Bahwa dana sosialisasi yang dikucurkan kepada mitra KPU Deli Serdang Rp 20.645.000 per mitra diduga kuat banyak yang fiktif sehingga oknum seperti Abdul rojak tanjung, desiChirunisa Lubis mendapat keuntungan pribadi dari kegiatan ini.
Sebagai langkah selanjutnya DPC Grib Deli Serdang dalam waktu dekat ini akan melaporkan kasus dugaan korupsi ini ke pihak penegak hukum.” Jangan jadikan pilkada untuk korupsi ingat gara gara kalian pilkada Deli Serdang merupakan pilkada paling jelek se indonesia dan membuat malu dan kami akan bongkar seluruh permainan yang kalian lakukan ini .” Sebutnya.gom
