Acara dimulai dengan ibadah khidmat yang dipimpin oleh Pendeta Jurito Sirait. Dalam suasana religius ini, para peserta memanjatkan doa dan harapan untuk kelancaran pembangunan serta keberkahan bagi seluruh Pomparan Raja Toga Sirait.Setelah ibadah selesai, dilanjutkan dengan jiarah dan tabur bunga di makam Tambak Raja Mengatur/Deak Bintang Harugasan Br Sagala dan Tambak Raja Toga Sirait/Manatolan br Limbong, sebagai penghormatan dan doa restu untuk kelancaran pembangunan ini.
Peletakan batu pertama dilakukan oleh Pomparan Sirait Sihahaan dan Sirait Sianggian, yang merupakan keturunan langsung dari Raja Toga Sirait/Manatolan br Limbong. Kemudian dilanjutkan oleh Tulang Sagala, Hula-hula Limbong, Raja Bius Sitorus, Raja Bius Butar-Butar, Dongan Sahali Tubu Raja Mangarerak/Manurung, Boru Sihabolon Raja Partano Naiborngin (Sibarani & Sibuea), Boru Nadadap, dan Punguan Narasaon, serta pemerintah setempat.
Rumah Parsaktian Raja Toga Sirait ini akan dibangun sebagai pusat kegiatan dan pertemuan bagi semua keturunan Raja Toga Sirait baik di Indonesia maupun di seluruh dunia. Pembangunan rumah ini bertujuan untuk mempersatukan seluruh Pomparan Raja Toga Sirait/Manatolan br Limbong, khususnya keturunan dari Sirait Sihahaan dan Sirait Sianggian.
Susunan kepanitiaan pembangunan Rumah Parsaktian adalah sebagai berikut:
- Ketua Umum Pembangunan: Halasan Sirait
- Ketua Pelaksana Pembangunan: Labinsar Sirait
- Ketua Pembangunan Toba: Jhonson Pangaraja Sirait
- Sekretaris Umum: Daniel Sirait
- Bendahara Umum: Toyo Sirait
Dengan dimulainya pembangunan Rumah Parsaktian ini, diharapkan akan terjalin lebih erat hubungan antar keturunan Raja Toga Sirait, serta tercipta sebuah pusat kegiatan yang dapat memperkuat ikatan kekeluargaan dan kebersamaan di masa depan. ||| TAS
