AKTUALONLINE.co.id – Medan II Lingkar Indonesia mengingatkan kepada seluruh elemen aktivis agar tidak mengotori demonstrasi dengan pemerasan terhadap para oknum pejabat maupun aparat yang menjadi sasaran tembak aksi unjuk rasa.
Pernyataan tersebut sebagai refleksi atas peristiwa ditangkapnya beberapa orang aktivis Cipayung di salah satu kafe kawasan Medan Baru, dalam sebuah Operasi Tangkap Tangan (OTT) usai menerima uang pemerasan terhadap seorang pejabat.
Sekretaris Lingkar Indonesia Arnold Marpaung mengatakan bahwa dalam sebuah kritik, aktivis harusnya tetap berada dalam jalur kontrol sosial untuk mengkritik atau memperjuangkan hak masyarakat luas.
“Jangan kotori demonstrasi dengan pemerasan. Itu pantang, ya. Kalau kritik ya kritik saja. Karena kritik adalah evaluasi untuk perbaikan kebijakan maupun program dari pemerintah. Bukan ajang cari cuan,” ungkapnya, Kamis (8/8/2024) siang.
Meski begitu, Arnold Marpaung tetap mengajak semua aktivis agar tetap semangat dan tidak bungkam terhadap berbagai persoalan yang memang harus disuarakan.
Diketahui, 4 oknum aktivis Cipayung terjebak dalam sebuah OTT di sebuah kafe di kawasan Medan Baru, usai melalukan aksi demonstrasi dan bersitegang dengan Wali Kota Medan Bobby Afif Nasution.
Belum ada keterangan resmi dari Wali Kota Medan Bobby Afif Nasution maupun pihak Polrestabes Kota Medan soal nama pejabat yang diperas dan jumlah uang diterima para aktivis mahasiswa tersebut. II Prasetiyo
