AKTUALONLINE.co.id – Medan II Senior Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI), Gandi Parapat mengungkap kemungkinan terpilihnya Poltak Sitorus sebagai Bupati dalam Pilkada 2024 sangat tipis. Sebab, saat ini hati masyarakat telah terpaut dengan Robin Sitorus.
Pernyataan ini disampaikan Gandi merupakan pengalaman saat melayat ke rumah duka Senior GAMKI, Almarhum Candra Siahaan pekan lalu. Orang-orang bercerita kepadanya langsung program kampanyenya yang gagal sebagai Bupati Toba.
“Dongan muna do bupati i ate amang, molo pemilihan bupati muse dang pilliton nami be i, alai hot do marga Sitorus pilliton nami (Red. Kawan kalian bupati itu ya pak, dalam pemilihan mendatang tidak kami pilih lagi, tapi tetap marga Sitorus. Mereka ada juga yang tau saya ikut kampanye agar menang Poltak Sitorus,” beber Gandi Parapat, Kamis (4/4/2024) siang.
Lanjut pria yang merupakan Koorwil Pusat Monitoring Politik dan Hukum Indonesia (PMPHI) Sumut itu, ucapan pedas masyarakat itu dibuktikan dengan dipajangnya kalender berfoto Dr. Robin Sitorus SH.,MM.,MH, mantan Kajari Toba.
Berdasarkan unek-unek yang diluapkan masyarakat itu Gandi Parapat menangkap ada sinyal kegagalan Poltak Sitorus dalam memimpin. Memang, ada 5 program unggulan yang ia janjikan, yakni soal infrastruktur baik dan merata, SDM unggul dan handal, kesehatan prima dan terjangkau, pariwisata berkah dan meriah, serta pertanian, peternakan dan perkebunan yang handal, makmur, sejahtera berbasis agribisnis.
Secara terpisah, Direktur Eksekutif Lingkar Indonesia Tua Abel Sirait menganggap pernyataan masyarakat tersebut merupakan kejujuran. Jika diingatnya, selama menjabat sebagai Bupati Toba Poltak Sitorus belum menunjukkan keberhasilan signifikan, namun pernah merugikan masyarakat.
Misalnya saja soal kejadian tahun 2021 silam, Pemkab Toba menganggarkan uang sebesar Rp6,1 miliar dari dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) untuk pengadaan bibit unggul jagung bagi puluhan petani. Sayangnya, tidak satupun dari mereka yang berhasil panen.
“Kalau yang nampak ya petani gagal panen, rugi mereka. Yang tidak nampak, ternyata pengadaannya tanpa tender, dan pengadaannya hanya 38 ton. Harusnya 50 ton,” ungkap Abel Sirait.
Sudah tau gagal, pemkab mencoba menganggarkan dana APBD 2022 sebesar Rp5,9 miliar untuk program yang sama. Trauma dengan kejadian tahun sebelumnya, tidak satupun pihak dari pejabat yang mau menjalankan rencana pengadaan bibit unggul tersebut. Alhasil, uang tersebut silva.
Contoh kegagalan lainnya adalah soal pariwisata Pantai Samora di Desa Parparean I Kecamatan Porsea. Bukannya pemandangan Danau Toba, pengunjung yang datang malah disuguhkan panorama semak belukar.
Terkait pilihan masyarakat kepada Robin Sitorus sebagai Bupati Toba selanjutnya, Abel Sirait mengaku sepakat. Hal ini mengingat rekam jejaknya yang dikenal berani menumpas korupsi, serta memiliki daya nalar out the box yang baik untuk memajukan Kabupaten Toba. II Prasetiyo
