Today

USU Bungkam Soal Pengelolaan dan Profit Aset

Prase Tiyo

AKTUALONLINE.co.id – Medan II Universitas Sumatera Utara (USU) bungkam soal pengelolaan dan profit triliunan rupiah dari aset yang mereka miliki saat ini. Bahkan, aset-aset tersebut saat ini dikaburkan dari Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP).

Hingga saat ini aset-aset tersebut masih menjadi misteri selama puluhan tahun dan tidak transparan dalam pengelolaannya. Padahal, dengan adanya Majelis Wali Amanat (MWA), Rektor dan Senat, aktiva tersebut bisa dijelaskan secara gamblang ke publik.

Namun, faktanya ketiga lembaga ini belum menunjukkan kerjanya sebagai kesatuan yang saling mendukung untuk membesarkan kampus yang didirikan dari hasil urunan masyarakat Sumut dan Aceh tersebut.

Kepala Humas, Promosi dan Protokoler USU Amalia Meutia yang dikonfirmasi sejak Selasa 28 Mei 2024 kemarin melalui nomor pribadinya di 08128*****99 bungkam dan belum mau memberikan pernyataan apapun soal aset-aset itu.

Sementara itu, Ketua BEM USU Aziz Syahputra kepada Aktual Online mengaku bahwa hingga saat ini kampusnya tersebut memang berat memberikan informasi keuangan ataupun aset yang dikelola.

Mau tidak mau, data yang harusnya menjadi hak publik itu ia kejar sendiri dari laporan keuangan USU. Di sana mereka menemukan bahwa kas universitas berada pada kisaran Rp1,4 triliun.

“Kami tidak ada diberitahu terkait data keuangan yang ada, tapi lagi-lagi kami mencari data itu sendiri dan dari yang kami lihat laporan keuangan anggaran USU tahun 2023 berada di perputaran angka 1,3-1,4 triliun,” ungkapnya.

Terpisah, Sekretaris Lingkar Indonesia Arnold Marpaung menilai adanya kejanggalan dalam transparansi pengelolaan aset di USU yang harus segera diperiksa. Pertama, ribuan hektar kebun sawit yang dikelola oleh USU selama puluhan tahun mustahil tidak menghasilkan.

Kedua, MWA harusnya menjadi lembaga tertinggi di universitas yang memiliki wewenang untuk mencari sumber dana, salah satunya melalui pengelolaan aset dengan saling berkoordinasi dengan rektor dan senat. Jika aset-aset itu dianggap merugi maka ada yang salah di MWA.

READ  Jika Tahun Depan UKT Naik, USU Tidak Perlu Ikutan Karena Punya Aset Sebanyak Ini

“Akh, masak sih rugi. Ribuan hektare sawit loh. Kalau puluhan tahun rugi kenapa orang berlomba-lomba jadi toke sawit. Artinya ada yang salah di sini,” cecarnya.

Mengingat tujuan awal didirikannya USU bukan untuk komersil, Arnold Marpaung mengajak seluruh civitas akademika di USU turut mengawasi dan bersuara soal aset ini. Meski bukan alumnus di sana, ia merasa prihatin kepada anak-anak berprestasi yang ingin kuliah di USU pupus harapan gara-gara terganjal dana.

Berdasarkan data yang dihimpun Aktual Online dari berbagai sumber, aset-aset USU adalah kebun kelapa sawit produktif seluas 10.000 Ha di Madina, kebun kelapa Sawit di Kecamatan Salapian Langkat seluas 555 Ha, lahan praktek seluas 300 Ha di Kwala Bekala Deli Serdang, Mess di Berastagi Kabupaten Karo, Rumah Sakit dan Gedung Serba Guna di kampus USU Jalan Dr. Mansyur Medan.II Prasetiyo

Related Post