Today

‎Sosiolog UGM Ungkap Lemahnya Rupiah Saat Ini Berdampak pada Masyarakat Kelas Menengah Perkotaan

Prase Tiyo

Sosiolog Universitas Gajah Mada (UGM) Dr. Arie Sujito. (Foto: Ist/Aktual Online)
Sosiolog Universitas Gajah Mada (UGM) Dr. Arie Sujito. (Foto: Ist/Aktual Online)

AKTUALONLINE.co.id – Jakarta || Sosiolog Universitas Gajah Mada (UGM) Dr. Arie Sujito mengungkap bahwa lemahnya nilai tukar rupiah saat ini berdampak langsung pada ekonomi sosial masyarakat, khususnya kelas menengah perkotaan.

‎Seperti dikutip Aktual Online, Minggu (24/5/2026) pagi laman resmi kepakaran UGM, Arie menyebut bahwa kenaikan berbagai biaya kebutuhan hidup membuat masyarakat harus menghitung ulang pengeluaran rumah tangga dan menyesuaikan berbagai rencana hidup yang sebelumnya telah disusun.

‎Kondisi tersebut perlahan memengaruhi pola konsumsi masyarakat, terutama untuk kebutuhan sekunder yang mulai dikurangi demi menjaga kestabilan ekonomi keluarga. Arie menuturkan situasi ini turut memunculkan rasa tidak aman karena cadangan sumber daya ekonomi dimiliki masyarakat mengalami penurunan nilai secara signifikan.

‎Di tingkat ekonomi global, tekanan ink juga semakin memperbesar kerentanan ekonomi domestik Indonesia. Konflik geopolitik internasional, termasuk perang antara Iran dan Israel yang melibatkan Amerika Serikat dan sekutunya, dinilai turut memengaruhi kenaikan harga minyak dunia dan berbagai biaya kebutuhan di dalam negeri.

‎Menurutnya, situasi tersebut membuat negara menghadapi tantangan besar untuk menjaga stabilitas ekonomi sekaligus mempertahankan kemampuan subsidi bagi masyarakat. Dampak dari kondisi global tersebut dalam jangka pendek dinilai paling cepat dirasakan kelompok kelas menengah dan masyarakat bawah.

‎“Kalau negara tidak memiliki kemampuan mengatasi secara cepat, dampaknya akan beruntun,” ungkapnya.

‎Menurutnya, tekanan yang dialami kelas menengah dapat memicu dampak berantai terhadap kelompok masyarakat lain, terutama kelas bawah yang memiliki daya tahan ekonomi lebih lemah. Ia menilai pemerintah perlu menyiapkan langkah strategis dan kebijakan darurat yang mampu meredam dampak krisis secara cepat dan tepat sasaran.

‎“Apabila tekanan ekonomi terus menumpuk tanpa solusi yang jelas, kondisi ini dikhawatirkan memengaruhi stabilitas sosial dan kepercayaan masyarakat terhadap negara,” tutupnya.|| Ril


‎Editor: Prasetiyo

READ  Presiden RI: Akhir-akhir Ini Kejaksaan Tunjukkan Taringnya Selesaikan Kasus Korupsi Besar

Related Post