Today

Pertahankan Jati Diri Pemuda Dengan Iman dan Pemahaman Alkitab yang Benar

TM

AKTUALONLINE.co.id – Medan Labuhan ||| Di tengah gempuran arus digitalisasi dan masifnya peredaran konten keagamaan di media sosial, generasi muda gereja dituntut memiliki filter teologis yang kuat. Pemuda diingatkan agar tidak mudah terombang-ambing oleh doktrin asing yang belum tentu selaras dengan kebenaran Alkitab dan harus pertahankan jati diri pemuda dengan iman dan pemahaman Alkitab yang benar.

Pesan penting tersebut mengemuka dalam Ibadah Pemuda Gereja Pentakosta Daerah Sumatera Timur II yang digelar di Gereja Pentakosta Simpang Kantor, Medan Labuhan, Minggu (25/10/2026).

Gembala Sidang GPDST Simpang Kantor, Pdt. B.A. Manurung, yang bertindak sebagai pengkhotbah, menegaskan bahwa pemuda gereja merupakan tulang punggung sekaligus wajah masa depan pelayanan. Mengambil rujukan ayat dari Kitab Markus 7:1–8, ia mengingatkan pentingnya mempertahankan jati diri di tengah pergeseran nilai moral dan era globalisasi.

“Pemuda Gereja Pentakosta harus mampu menyaring setiap khotbah di media sosial agar tidak terjerat dengan ajaran-ajaran yang menyesatkan. Pertahankan jati diri dengan iman dan pemahaman Alkitab yang benar,” ujar Pdt. B.A. Manurung di hadapan jemaat muda yang hadir.

Strategi Merawat Estafet Pelayanan

Menurut Pdt. B.A. Manurung, keberlangsungan tongkat estafet pelayanan gereja sangat bergantung pada ketahanan karakter dan integritas generasi mudanya. Agar jati diri tersebut tidak pudar, ia memaparkan dua langkah strategis yang harus dijalankan secara berkesinambungan:

  1. Bagi Pemuda Gereja: Wajib mengakar kuat pada kebenaran Firman Tuhan, menjadi teladan di tengah masyarakat, serta konsisten menjaga integritas moral.
  2. Bagi Lembaga Gereja: Dituntut aktif menyediakan ruang pembinaan yang kontekstual dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

Meski demikian, gereja juga diingatkan untuk bersikap selektif dalam mengadopsi kemajuan teknologi. Integrasi dunia digital dalam pelayanan harus berjalan seiring dengan upaya menjaga esensi iman kekristenan tanpa kompromi.

READ  Hari Ke-2 Kunker Di Kepulauan Nias, Kajati Sumut Kunjungi Kabupaten Nisel Dan Gelar Sejumlah Kegiatan Bhakti Sosial

“Gereja Pentakosta sangat adaptif terhadap perkembangan zaman, namun harus diperhatikan agar jangan sampai mengorbankan esensi iman,” tegasnya.

Rangkaian ibadah pemuda yang berlangsung khidmat tersebut akhirnya ditutup secara resmi dengan prosesi pelantikan pergantian pengurus pemuda yang baru, serta diakhiri dengan kegiatan ramah tamah dan saling bersalaman antarjemaat. |||TAS

Related Post