AKTUALONLINE.co.id | MEDAN – Proyek pemeliharaan rutin kanal Medan Flood Control tahun 2026 di wilayah Kecamatan Medan Amplas dan Medan Johor menjadi sorotan warga. Pekerjaan yang disebut telah berlangsung hampir dua bulan tersebut memunculkan sejumlah pertanyaan publik, mulai dari pihak pelaksana, nilai anggaran, hingga keterbukaan informasi mengenai pekerjaan yang menggunakan anggaran pemerintah.
Sorotan warga semakin menguat lantaran di lokasi pekerjaan tidak terlihat papan informasi proyek yang secara jelas memuat nama kegiatan, pelaksana, nilai kontrak, sumber anggaran maupun waktu pelaksanaan.
Kondisi itu dinilai menyulitkan masyarakat untuk mengetahui dan ikut mengawasi pelaksanaan pekerjaan di lapangan. Terlebih, kegiatan tersebut berkaitan dengan infrastruktur pengendalian banjir yang memiliki kepentingan langsung bagi masyarakat.
Silalahi, salah seorang warga sekitar, mengaku mempertanyakan minimnya informasi mengenai proyek tersebut.
“Ini proyek apa? Kenapa tidak ada papan informasinya? Siapa pelaksananya dan berapa nilai kontraknya?” ujar Silalahi.
Menurutnya, masyarakat tidak hanya membutuhkan informasi mengenai kegiatan, tetapi juga ingin mengetahui apakah pekerjaan yang dilakukan telah sesuai dengan rencana dan ketentuan yang ditetapkan.
Berdasarkan pantauan Aktual Online pada Selasa (8/9/2026), aktivitas pemeliharaan terlihat dilakukan di sejumlah bagian kanal. Namun, pada beberapa titik masih tampak bagian dinding kanal yang mengalami kerusakan.
Kondisi tersebut kemudian menimbulkan pertanyaan mengenai hasil pekerjaan pemeliharaan yang sedang dilakukan. Apakah seluruh item pekerjaan telah dilaksanakan sesuai kontrak dan spesifikasi teknis, serta bagaimana evaluasi terhadap bagian kanal yang masih terlihat mengalami kerusakan?
Pertanyaan tersebut dinilai penting untuk dijelaskan pihak terkait, mengingat kegiatan pemeliharaan menggunakan anggaran negara dan hasil pekerjaannya berkaitan dengan fungsi kanal dalam mendukung sistem pengendalian banjir.
Saat dikonfirmasi wartawan melalui WhatsApp, Erwansah, pengawas lapangan dari OP SDA 3, mengatakan pihaknya telah menyampaikan surat resmi terkait kegiatan tersebut kepada pihak kecamatan dan kelurahan sebelum pekerjaan dimulai.
“Itu kemarin sudah kita layangkan melalui surat resmi terkait kegiatan kita kepada camat dan lurah,” ujar Erwansah.
Namun, penjelasan tersebut belum menjawab pertanyaan mengenai informasi kegiatan yang dapat diakses langsung masyarakat di lokasi pekerjaan, termasuk terkait nama pelaksana, nilai kontrak, sumber anggaran dan jangka waktu pekerjaan.
Aktual Online kemudian kembali meminta penjelasan kepada pihak BWSS II Sumatera pada Rabu (9/9/2026). Konfirmasi tersebut mencakup kondisi kanal, hasil pekerjaan, nilai kontrak, pelaksana kegiatan serta pelaksanaan pekerjaan berdasarkan kontrak dan spesifikasi teknis.
Hingga berita ini diterbitkan, Kasatker Operasi Pemeliharaan SDA, Indra Kurnia, belum memberikan tanggapan.
Masyarakat berharap pihak terkait dapat memberikan penjelasan secara terbuka mengenai kegiatan tersebut. Transparansi menjadi penting dalam setiap pekerjaan yang menggunakan anggaran negara agar masyarakat dapat mengetahui sekaligus turut melakukan pengawasan.
Apabila seluruh pekerjaan telah dilaksanakan sesuai kontrak dan spesifikasi teknis, penjelasan dari pihak terkait diharapkan dapat memberikan kepastian kepada masyarakat. Sebaliknya, apabila terdapat persoalan dalam pelaksanaan maupun hasil pekerjaan, masyarakat berharap hal tersebut dapat ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku. || Togi Manurung




