Today

Narasumber Aktual Diancam Roni Irawan Terkait Berita Tangkap RHM Terduga Aktor Tunggal Percobaan Pembunuhan Nenek Saudah di Pasaman

Putra Daerah Pasaman Fahrul Rozi Harahap dengan latar foto nenek Saudah dan aktivitas tambang emas ilegal di Pasaman. (Foto: Ist/Aktual Online)

 

 

AKTUALONLINE.co.id – Sumatera Barat || Fahrul Rozi Harahap yang merupakan narasumber Aktual Online dalam berita berjudul ‘Tangkap RHM Terduga Aktor Tunggal Percobaan Pembunuhan Nenek Saudah di Pasaman’, mengaku mendapat ancaman dari seorang pria bernama Roni Irawan alias Rohom.

Ia ditelepon Roni Irawan alias Rohom melalui panggilan aplikasi perpesanan pada 7 Januari 2026 sekitar pukul 21.28 WIB dengan nada tinggi.

“Tadi malam ada yang nelpon saya, mengaku namanya Roni Irawan alias Rohom. Dikatakannya, Apa maksud kau RHM itu. Judul yang kau naikkan di media itu. Aku Rohom, maksud kau apa. Aku Rohom. Dilaporkan kau ya. Kau dimana, ku datangi kau ya. Gak gentlemen kau ya,” ungkap Fahrul Rozi Harahap, Kamis (8/1/2026) siang mengulangi perkataan Roni Irawan alias Rohom.

Lewat ancaman yang ia alami ini membuatnya memahami bahwa kasus nenek Saudah merupakan masalah serius, dan harus mendapat atensi dari Polda Sumatera Barat karena melibatkan unsur kekerasan baik secara fisik dan non fisik seperti yang telah terjadi padanya juga nenek Saudah sehingga tidak ada yang berani mengungkap fakta peristiwa tambang emas ilegal di pasaman.

Fahrul Rozi Harahap juga menyindir agar Bupati Pasaman Welly Suheri agar tidak takut berterus terang atas kasus tambang emas ilegal yang dijalankan RHM selama ini bersama investornya dari Singapura, hanya karena RHM merupakan keluarga dari salah seorang pejabat di Pasaman.

Jika Welly Suheri lebih memilih membiarkan aktivitas RHM ini terus berlanjut dan menutup mata atas dugaan percobaan pembunuhan yang dilakukan terhadap nenek Saudah, maka Fahrul Rozi Harahap menyarankan agar ia segera mengundurkan diri dari jabatan Bupati Pasaman.

READ  Roni Irawan Alias Rohom Akui Jalankan Tambang Emas Ilegal, Aktivis: Polisi Seperti 'Diludahi' Karena Tak Mampu Tangkap

Ia pun menegaskan akan mengawal kasus ini hingga tuntas. Sebab, perkara ini bukan merupakan delik aduan. Meskipun nantinya ada pihak yang ingin mengajak untuk berdamai dengan nenek Saudah, namun hal itu hanya untuk meringankan hukuman bukan menutup kasusnya.

Sementara itu, hingga berita ini ditayangkan, Roni Irawan alias Rohom yang mengancam narasumber Aktual belum memberikan konfirmasi soal alasannya melakukan pengancaman dan keterkaitannya dengan RHM.

Bupati Pasaman Welly Suheri juga belum memberi komentar terkait peristiwa ancaman terhadap narasumber Aktual Online dari Roni Irawan alias Rohom, desakan menyuarakan tangkap RHM terduga aktor tunggal rencana pembunuhan nenek Saudah, maupun mengenai tambang emas ilegal di Pasaman.

Diketahui, nenek Saudah menerima kekerasan fisik berupa pelemparan batu dan pemukulan hingga nyaris meninggal dunia pada 1 Januari 2026 lalu. Dalam kondisi tidak sadarkan diri, ia dibuang ke semak-semak tepi sungai. Untungnya, ia sadar dan berhasil tertatih-tatih pulang ke rumahnya dengan kondisi badan penuh luka.

Kasus kekerasan yang dialami oleh Nenek Saudah terjadi karena ia menolak lahannya di Jorong Lubuk Aro Matinggi Utara Kecamatan Rao Pasaman dijadikan lokasi tambang.|| Prasetiyo

Related Post