AKTUALONLINE.co.id – Medan II Publik khususnya tukang parkir konvensional kini telah merasakan mata pencaharian serta nama baik mereka telah dimatikan oleh Kadishub Kota Medan, Iswar Lubis hanya gara-gara ingin terlihat menjadi pahlawan yang akan memenangkan Wali Kota Medan Bobby Afif Nasution dalam Pilkada 2024 nanti.
Mereka kini telah sadar sadar bahwa Kadishub Medan Iswar Lubis sedang menjalankan langkah politiknya dengan memaksakan penerapan e-parking yang dimuarakan pada satu vendor. Melalui monopoli tersebut nantinya Iswar dan pihak vendor bekerjasama menagih suara politik para tukang parkir maupun pihak yang mereka ajak mengelola parkir untuk memenangkan Bobby Afif Nasution sebagai Gubernur Sumut.
Menilai hal itu sebagai tindakan picik, kini publik memberikan Wali Kota Medan Bobby Afif Nasution tiga pilihan. Pertama, mencopot Iswar Lubis dari jabatannya sebagai Kadishub Kota Medan. Atau opsi kedua, masyarakat tidak akan memilih Bobby Afif Nasution lagi dalam Pilkada 2024 nanti.
“Kami masih percaya sama pak Bobby. Mana mungkin bapak kejam sama kami. Kami hanya minta Iswar Lubis itu dicopot dari Kadishub. Gara-gara dia, kami berantam di lapangan, kami dicaci masyarakat, kami ditangkapi polisi, padahal kami setor ke dia,” ceplos seorang tukang parkir yang meminta dirahasiakan namanya, Jumat (26/4/2024) siang.
Diberitakan sebelumnya, Taktik politik untuk memenangkan Bobby Afif Nasution menjadi Gubernur Sumut dalam Pilkada 2024 telah mulai digencarkan. Salah satunya melalui kebijakan di Dishub Kota Medan yang menggratiskan parkir sistem pembayaran tunai atau konvensional, serta mendesak penerapan e-Parking dengan mencap jukir sebagai tukang parkir liar dan menangkap paksa mereka.
Meski beberapa kelompok masyarakat mendukung kebijakan parkir gratis tersebut, namun e-parking sebenarnya merupakan upaya monopoli pengutipan uang hingga penunjukan ribuan tukang parkir oleh satu vendor. Tujuannya, suara orang dari para tukang parkir maupun orang-orang yang terlibat dalam bisnis parkir ini akan diberikan untuk Bobby Afif Nasution saat pencoblosan nanti.
Sementara itu, penggratisan parkir ini juga merupakan upaya penjegalan kepada pihak ketiga yang menguasai parkir dan dianggap tidak memberikan keuntungan, karena beberapa diantara mereka berasal dari partai bukan pendukung Bobby Afif Nasution untuk maju Pilkada 2024, misalnya RB.II Prasetiyo




