Today

Lebih Sayang DPO Daripada Lindungi Aset Negara dan Warga, PMPHI Yakini Polres Tebing Tinggi Akan Dikepung Massa

Kolase foto Kapolres Tebing Tinggi AKBP Simon Paulus Sinulingga (kiri) dan Korwil PMPHI Gandi Parapat (kanan(. (Foto: Ist/Aktual Online)

 

 

AKTUALONLINE.co.id – Tebing Tinggi || Koorwil Pusat Monitoring Politik dan Hukum Indonesia (PMPHI) Gandi Parapat menganalisis bahwa tindakan Polres Tebing Tinggi yang lebih sayang kepada Daftar Pencarian Orang (DPO) daripada melindungi aset negara dan warga dari pengaruh Narkoba, diyakini akan memicu kemarahan masyarakat hingga akhirnya dalam waktu dekat gelombang massa akan mengepung kantor polisi.

Prediksi Gandi Parapat ini diyakini kuat terjadi mengingat ‘ilmu pekak’ (red. masa bodoh) yang digunakan Polres Tebing Tinggi menghadapi berbagai kritik tanpa tindak lanjut. Malah, di media sosial sibuk menebar pencitraan tanpa merasa punya beban apapun.

Aksi pengepungan yang mungkin terjadi nantinya merupakan titik akhir kekecewaan masyarakat yang tidak hanya menuntut ditangkapnya para DPO seperti DPO Christoph Munthe selaku otak pelaku pencurian rel kereta api milik PT. KAI, dan DPO Gomal dalam kasus Narkoba. Sementara DPO dalam kasus Cakar-cakaran mampu ditangkap meski sembunyi.

“Bisa jadi masyarakat kecewa, lalu massa melakukan aksi pengadilan jalanan salah satunya dengan mengepung Polres Tebing Tinggi. Ini teori sederhana yang sering dilupakan oknum pejabat atau oknum aparat penegak hukum yang merasa jumawa atau telah terlanjur menerima sesuatu lalu berkilah kasus itu bukan pada masanya dan seakan-akan proses hukum bisa berhenti seketika jika pejabat lama telah mutasi,” ungkapnya, Jumat (20/6/2025) siang.

Jika gerakan massa ini bergerak, maka Gandi Parapat mengingatkan, bukan hanya jabatan yang hilang, namun rasa malu akan mengakar di wajah oknum jajaran Polres Tebing Tinggi pengobral kata hukum tajam ke atas dan ke bawah tapi faktanya, DPO kasus berat di depan mata tidak mampu ditangkap sedangkan DPO kasus cakar-cakaran diburu hingga ke persembunyian.

READ  Siapa Berani Lawan Menantu Presiden Jokowi di Pilgubsu, PMPHI Sumut: Kami Sayang Bobby Afif Nasution

Kejadian pengepungan kantor polisi bukanlah hal yang baru, sebagai langkah perlawanan masyarakat mendapat keadilan. Bulan Maret 2024 silam, Polsek Pancurbatu sempat dikepung ratusan warga karena polisi pilih kasih dalam menangkap

Sementara itu, Kapolres Tebing Tinggi AKBP Simon Paulus Sinulingga dan Kasi Humas AKP Mulyono hingga kini memilih bungkam dari konfirmasi Aktual Online soal alasan polisi tidak menangkap DPO yang hilir mudik di wilayah hukum mereka.|| Prasetiyo

Related Post