AKTUALONLINE.co.id – Medan II Tahapan Pemilihan Gubernur Sumut (Pilgubsu) Tahun 2024 telah bergulir, namun nama-nama bakal calon yang muncul masih tampak diragukan akan melawan Bobby Afif Nasution di bursa demokrasi kali ini.
Pencarian sosok berani melawan Bobby Nasution dimunculkan dalam diskusi bertajuk masyarakat Sumut bersuara mencari cagubsu dan cawagubsu yang berani, diakui Korwil Pusat Monitoring Politik dan Hukum Indonesia (PMPHI) Sumut Gandi Parapat, buka karena antipati melainkan rasa sayangnya kepada Wali Kota Medan tersebut.
“Suara sangat mahal. Kalaupun ada, siapa kira-kira berani berhadapan dengan Bobby, kami tidak anti Bobby, kami sayang Bobby,” ungkapnya, Selasa (9/7/2024) sore.
Saat ini Gandi Parapat sendiri melihat ada beberapa nama yang santer menjadi perhatian publik karena dianggap berani melawan Bobby Afif Nasution, salah seorang diantaranya adalah Edy Rahmayadi. Namun, keberanian itu ternyata juga tidak cukup. Kekuatan mantan Pangkostrad itupun harus dianalisis agar dapat diukur kemenangannya untuk diusung.
Direktur MATA Pelayanan Publik Abyadi Siregar mengatakan, sebelum mengukur kekuatan Edy Rahmayadi untuk didukung, ia mengingatkan bahwa dalam memilih Cagubsu hendaknya masyarakat tidak memilih pemimpinan yang melakukan penganiayaan terhadap pelayanan publik.
“Malah selama ini kita pilih yang tidak pandai ngurus rakyat. Sudah tahu 5 tahun lalu dianiaya dalam pelayanan publik. Misalnya layanan kesehatan kacau, layanan pendidikan kacau, administrasi kependudukan susah, pelayanan hukum ribet. Tetap aja di pemilu berikutnya memilih orang yang sama,” jabar Abyadi Siregar.
Setelah itu, barulah melihat keberanian partai pengusung. Pada tahap ini, masyarakat harusnya tidak menunggu keputusan partai. Apalagi ada kabar, partai politik akan diborong oleh keluarga istana itu.
Jika memang betul ada masyarakat ingin memberi sokongan maka publik harus bergerak dan aksi nyata dengan mendatangi kediaman pribadi dan kantor PDI Perjuangan sebagai partai yang dikabarkan ingin mendukung Edy Rahmayadi, untuk memberikan support langsung. II Prasetiyo




