Today

Kasus Pungli Rakor Kemenagsu Belum Berujung, LPIB: Kajati Sumut Harus Tetapkan Tersangka

Prase Tiyo

AKTUALONLINE.co.id – Medan II Lembaga Peduli Ikhlas Beramal (LPIB) melakukan aksi demonstrasi di depan gedung Kejatisu, dan mendesak Kajatisu untuk segera menetapkan tersangka atas kasus dugaan pungli Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Kantor Wilayah Kementerian Agama Sumatera Tara (Kemenagsu).

Massa aksi membeberkan bahwa dugaan pungli itu berlangsung pada tanggal 20 sampai 22 Februari 2024 saat Kemenagsu menggelar Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) di Wings Hotel, dengan mengutip ratusan juta rupiah dari Kepala Madrasah dan Kepala Kantor Kemenag di Kabupaten Kota, hang disinyalir untuk diberikan pada pejabat Kemenag RI yang hadir saat itu.

“Kami mendapatkan informasi ini dari beberapa kepala Madrasah dan Kakan Kemenag, bahwa Kegiatan itu hanyalah modus belaka, mereka harus menyiapkan uang sebesar 1.500.000/ Kepala Madrasah dan 2.500.000/Kakan Kemenag. Teknis punglinya, kepala MAN di akomodir oleh Ketua Forum Komunikasi Kepala Madrasah” ucap Sony pada selaku Koordinator Aksi l, Jumat (12/7/2024) siang.

Selain itu, Sony juga mengungkapkan bahwa ada juga dugaan korupsi dan penyalahgunaan wewenang jabatan Kepala MAN Batubara terkait dugaan penggunaan dana bos dan dana komite serta pembanguna Ruang Kelas Baru yang tak kurun selesai selama hampir dua tahun.

Secara keseluruhan dugaan kasus-kasus di lingkungan Kemenag itu telah mereka laporkan bersama dengan bukti-buktinya melalui DUMAS kami No. 4070/PC/SR-01/IV/2024 Tanggal 4 April 2024, namun sampai selama 3 bulan masi terus berperoses.

Tidak hanya pungli, LPIB Sumut juga meminta Kajatisu dan Menteri Agama untuk memeriksa Kakanwil atas dugaan beberapa pelanggaran terhadap kode etik ASN tentang netralitas pada saat pemilu dengan berperan aktif dan masif dalam mengakomodir proses pemenangan salah satu Calon Anggota DPR-RI Dapil Sumut 2 yang notabenenya merupakan staf ahli Kementerian Agama.

READ  Sat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan Tangkap Pelaku Curat di Gabion Belawan

Dugaan praktik KKN secara masif dan terstruktur pada saat perekrutan jama’ah haji tahun 2023, dimana telah di temukan seorang masyarakat sipil yang notabenenya merupakan kerabat dekat dari kakanwil berangkat ke mekah sebagai pendamping haji padahal bukan PNS/POLRI Ataupun TNI dan belum pernah haji.II Prasetiyo

 

Related Post