Today

Kapolrestabes Medan Dinilai Tak Mampu Tangkap Pelaku Penculikan dan Percobaan Pembunuhan, Korban: Ganti Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak

Prase Tiyo

Foto Amat Hamim pada Desember 2025 lalu usai mengalami penculikan dan percobaan pembunuhan yang dilakukan jaringan Narkoba Mangkubumi Friski Cs. (Foto: Ist/Aktual Online)
Foto Amat Hamim pada Desember 2025 lalu usai mengalami penculikan dan percobaan pembunuhan yang dilakukan jaringan Narkoba Mangkubumi Friski Cs. (Foto: Ist/Aktual Online)

AKTUALONLINE.co.id – Medan || Amat Hamim (32) selaku korban penculikan dan percobaan pembunuhan oleh jaringan bandar Sabu Mangkubumi Friski Cs menilai Kapolrestabes Medan tidak mampu menangkap pelaku tindak kejahatan serius terhadap dirinya.

Padahal menurut Amat Hamim, pelaku saat ini masih berkeliaran di barak Narkoba yang berada di tepi jalan, seberang salah satu tempat perbelanjaan kawasan Mangkubumi Medan.

“Tidak mampu Kapolrestabes Medan tangkap Friski Cs bang. Saya setiap hari melihat pelaku berkeliaran dan juga nongkrong di barak Narkoba di seberang tempat perbelanjaan di kawasan Mangkubumi,” bebernya, Selasa (16/5/2026) pagi.

Tidak hanya berkeliaran, pelaku juga aktif menjajakkan Sabu serta bebas mengelola lokasi perjudian tanpa tersentuh oleh pihak kepolisian. Kabarnya, aktivitas haram itu mendapat dukungan dari salah seorang anggota DPRD Medan.

Atas lemahnya kinerja Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jan Calvijn ini, Amat Hamim berharap Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo segera menggantinya dengan perwira yang lebih komitmen dan konsisten memberantas kriminalitas serta Narkoba.

“Tolong Pak Kapolri, saya minta Kapolrestabes Medan dicopot. Kalau bisa diganti sama yang baru, yang lebih komit dan konsisten memberantas kejahatan juga Narkoba. Kasus saya juga agar bisa ditangani secara cepat. Sudah berbulan-bulan pak. Pelaku tidak ditangkap, malah lebih bebas jual sabu sama buka lapak judi,” mintanya denga serius.

Hingga berita ini ditayangkan, Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak yang dihubungi belum memberikan tanggapannya soal pernyataan korban penculikan dan percobaan pembunuhan Amat Hamim.

Diketahui, Ahmad Hamim mengungkap bahwa ia diculik oleh empat orang pria yang ia kenal dari sebuah tempat hiburan malam di Kawasan CBD Polonia. Mereka adalah Friski, Ali Gomok, Ari Botak dan Satya.

READ  Komit Selesaikan Utang DBH, Pemprov Bayar Rp 674 M ke Kabupaten/Kota

Saat itu sekitar pukul 02.30 WIB, di parkiran yang sepi kakinya ditusuk sebilah pisau karena melawan saat akan dibawa. Setelah pasrah, Amat Hamim langsung diangkut dengan sebuah sepeda motor dan dibawa ke jalan Masjid.

“Mereka membawa saya ke luar (red. tempat hiburan malam), di parkiran saya ditikam, saya tidak bisa melawan lagi. Mereka membawa saya ke jalan Masjid,” ungkapnya mengingat kejadian.

Di sana Amat Hamim diturunkan dan dihajar kembali dengan pukulan baseball, tidak hanya urat-urat di kakinya yang jadi sasaran tusukan. Namun, kepalanya juga disayat hingga membuatnya sempat tidak sadarkan diri.

Untungnya, saat saat salah seorang pelaku memukul kaki kirinya, Amat Hamim kembali sadar dan spontan berlari, langsung meloncat ke sungai. Para pelaku sempat berpikir Amat Hamim sudah meninggal lantaran saat itu ia berkamuflase seolah-olah tidak bernyawa lagi.

“Diam saja saya, mata saya ke atas. Mereka senter, tau saya. Dipikir mereka saya sudah mati,” ucapnya.

Setelah memastikan aman, Amat Hamim kemudian memaksakan diri mengarungi sungai hingga ke kawasan kesawan. Di sanalah ia meminta pertolongan dengan warga sekitar. Hingga akhirnya berhasil dilarikan ke rumah sakit dan membuat laporan kepolisian nomor LP/B/4476/XII/2025/SPKT/Polrestabes Medan/Polda Sumatera Utara.|| Prasetiyo

Related Post