AKTUALONLINE.co.id – Jakarta || Upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) secara nasional terus membuahkan hasil positif seiring penurunan signifikan jumlah titik panas (hotspot). Meskipun data pemantauan menunjukkan tren melandai, Kementerian Kehutanan bersama tim gabungan di daerah tidak mengendurkan siaga darat maupun udara guna mengantisipasi dinamika cuaca dan potensi lonjakan api susulan.
Berdasarkan pemantauan Sistem Informasi Deteksi Dini Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (SiPongi), terdeteksi 527 hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi (high confidence) secara nasional. Angka tersebut mencatatkan penurunan sebanyak 139 titik jika dibandingkan dengan hari sebelumnya yang sempat menyentuh 666 titik panas. Penurunan ini juga terjadi di wilayah enam provinsi prioritas, di mana jumlah titik panas menyusut dari 429 titik menjadi 225 titik.
Meski grafik nasional cenderung menurun, kondisi dinamis masih terjadi di lapangan. Provinsi Kalimantan Tengah justru mengalami kenaikan menjadi 116 titik dari sebelumnya 96 titik, menjadikannya wilayah dengan konsentrasi titik panas tertinggi saat ini. Sebaliknya, wilayah Sumatera Selatan mencatatkan penurunan drastis dari 254 titik menjadi 75 titik, sedangkan Riau dan Jambi kini terpantau nihil hotspot.
“Hotspot merupakan indikasi anomali suhu permukaan yang terdeteksi melalui satelit, dan tidak dapat langsung disamakan dengan jumlah kejadian kebakaran maupun luas areal yang terbakar,” tegas Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri Kementerian Kehutanan, Ristianto Pribadi, seperti yang dikutip Aktual Online, Selasa (6/10/2026) dari laman www.kehutanan.go.id.
Petugas Manggala Agni bersama unsur TNI, Polri, BPBD, hingga masyarakat setempat terus disiagakan untuk melakukan groundcheck dan pemadaman langsung, khususnya di lahan gambut yang membutuhkan proses pendinginan ekstra. Selain fokus pada pemadaman, pemantauan kualitas udara (PM2,5) serta perlindungan satwa liar terdampak di kawasan hutan juga menjadi perhatian mendalam guna meminimalkan dampak buruk karhutla bagi kesehatan publik dan ekosistem. ||Red






