Today

Gubernur Sumut Buka Rapat Sinode Kerja ke-48 Gereja Pentakosta

Alfin Sirait

Ir. Gibson Panjaitan, M.T (Kadis Sumber Daya Air Provinsi Sumatera Utara)
Ir. Gibson Panjaitan, M.T (Kadis Sumber Daya Air Provinsi Sumatera Utara)

AKTUALONLINE.co.id – PEMATANG SIANTAR || Gubernur Sumatera Utara Bobby Afif Nasution yang diwakili Kepala Dinas Sumber Daya Air Provinsi Sumatera Utara, Ir. Gibson Panjaitan, M.T., secara resmi membuka Rapat Sinode Kerja (RSK) ke-48 Gereja Pentakosta Tahun 2026 di Kantor Pusat Gereja Pentakosta, Jalan Lingga No. 24A, Kota Pematang Siantar, Jumat (10/7/2026).

Rapat Sinode Kerja yang berlangsung selama empat hari, mulai 9 hingga 12 Juli 2026, mengusung tema “Kuatkan dan Teguhkanlah Hatimu” yang diambil dari Yosua 1:6a, dengan subtema “Orang yang kuat dan teguh hatinya adalah ciri pemimpin yang berhasil.” Kegiatan ini diikuti ratusan hamba Tuhan dan utusan dari berbagai daerah pelayanan Gereja Pentakosta di Indonesia.

Mewakili Gubernur Sumatera Utara, Gibson Panjaitan menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Rapat Sinode Kerja ke-48. Menurutnya, forum sinode merupakan wadah strategis untuk mengevaluasi program pelayanan sekaligus menyusun arah kebijakan organisasi gereja ke depan.

Ia berharap seluruh peserta dapat melahirkan keputusan-keputusan yang tidak hanya memperkuat tata kelola organisasi gereja, tetapi juga memberikan kontribusi positif bagi kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Ketua Pucuk Pimpinan Gereja Pentakosta, Pdt. Ev. Edgar Siburian, S.E., M.Th., dalam sambutannya mengucapkan selamat datang kepada seluruh peserta sinode yang hadir dari berbagai daerah di Indonesia.

Ia menyampaikan bahwa Rapat Sinode Kerja menjadi momentum penting untuk mempererat persaudaraan, memperkuat pelayanan, serta menyusun berbagai program strategis bagi kemajuan Gereja Pentakosta.

Pada kesempatan itu, Pdt. Edgar Siburian juga mengungkapkan rencana peletakan batu pertama pembangunan Pentakosta Center yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (11/7/2026). Menurutnya, pembangunan fasilitas tersebut merupakan bagian dari pengembangan sarana pelayanan, pembinaan kerohanian, serta pusat kegiatan Gereja Pentakosta di masa mendatang.

READ  Diduga Pengedar Sabu,HRS Diamankan Polres Pematangsiantar

Sebelum pembukaan resmi, seluruh peserta mengikuti ibadah yang dipimpin Pdt. J. Simanjuntak, S.Th. Dalam khotbahnya yang diambil dari Yosua 1:6a, ia mengajak seluruh peserta menjadi pemimpin yang memiliki iman teguh, keberanian, serta integritas dalam menjalankan tanggung jawab pelayanan.

Pembukaan Rapat Sinode Kerja turut dihadiri Kepala Bidang Bimas Kristen Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara Dr. Arnot Napitupulu, M.Pd.K., Ketua PGPI Sumut-Aceh Pdt. DR (HC) Samuel Ghozaly D., Staf Ahli Bidang Pemerintahan Kota Pematang Siantar Dra. Happy Oikumenis Daely yang mewakili Wali Kota Pematang Siantar, Kapolsek Siantar Selatan Iptu Suhaira Marbun, S.H. mewakili Kapolres Pematang Siantar, Kasi Bimas Kristen Kementerian Agama Kota Pematang Siantar Netti R. Sianturi, M.Pd.K., serta sejumlah pimpinan gereja dan tokoh masyarakat.

Hadir pula Ketua Dewan Pertimbangan Gereja Pentakosta Pdt. R.D. Siburian, Ketua Pucuk Pimpinan Gereja Pentakosta Pdt. Ev. Edgar Siburian, S.E., M.Th., Wakil Ketua Pdt. J. Simanjuntak, S.Th., Sekretaris Jenderal Pdt. P. Siburian, S.Pd., S.Th., Wakil Sekretaris Jenderal Pdt. P. Situmorang, M.Th., serta jajaran panitia yang dipimpin St. Poltak Tampubolon, S.H., M.Th., Sekretaris Umum Gr. Drs. Tua Abel Sirait, M.Th., dan Wakil Sekretaris St. Hamonangan Sinaga, S.Pd., M.Pd.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Gereja Pentakosta Indonesia (GPI), Pdt. Otto R. Siburian, S.Th., M.Th., mengatakan hubungan historis antara Gereja Pentakosta dan Gereja Pentakosta Indonesia telah terjalin sejak awal berdirinya kedua lembaga tersebut.

Menurutnya, semangat kebersamaan dan sinergi antargereja perlu terus dipelihara sebagai bagian dari upaya memperkuat pelayanan, membangun persatuan umat, serta memberikan kontribusi nyata bagi bangsa dan negara.

Melalui Rapat Sinode Kerja ke-48 ini diharapkan lahir berbagai keputusan strategis yang mampu memperkuat tata kelola organisasi, meningkatkan kualitas pelayanan gereja, serta menjawab tantangan pelayanan di era yang terus berkembang. || Togi Manurung

Related Post