Today

Dirkrimsus Polda Sumbar Bantah Bekingi Tambang Emas Ilegal, Tapi Kasatreskrim Polres Pasaman Saksikan Kombes Pol Andry Kurniawan Minta Tolong ke Rohom Agar Tidak Dilapor ke Kapolda

Kasatreskrim Polres Pasaman AKP Fion Joni Hayes dan Dirkrimsus Polda Sumbar Kombes Pol Andry Kurniawan. (Foto: Ist/Aktual Online)
Kasatreskrim Polres Pasaman AKP Fion Joni Hayes dan Dirkrimsus Polda Sumbar Kombes Pol Andry Kurniawan. (Foto: Ist/Aktual Online)

#Edisi3
#EdisiKhususNamaPemaindanBekingTambangEmasIlegalPasaman

 

AKTUALONLINE.co.id – Sumatera Barat || Dirkrimsus Polda Sumbar Kombes Pol Andry Kurniawan kepada Aktual Online membantah telah membekingi tambang emas ilegal di Pasaman yang dijalankan oleh Cem Jorong.

Dalam penjelasannya, Kombes Pol Andry Kurniawan mengaku tidak mengenal dengan nama Cen Jorong. Bahkan bertanya dimana lokasi tambang emas yang dituduhkan dibekinginya.

“Maaf saya tidak kenal. Infokan dimana lokasinya. Kita akan lakukan penertiban dengan tim. Thanks,” tulisnya lewat aplikasi perpesanan, Selasa 19 Mei 2026 kemarin.

Meski membantah, Kasatreskrim Polres Pasaman AKP Fion Joni Hayes dalam sebuah rekaman yang didapatkan Aktual Online, menyebut bahwa aksi bekingi tambang emas ilegal tersebut itu ia sendiri yang peroleh lalu dilaporkan ke Roni Irawan alias Rohom.

Kasatreskrim Polres Pasaman AKP Fion Joni Hayes kemudian diajak Rohom ke Bengkel Jek. Di sana, ia mendengar sendiri percakapan antara Rohom dengan Dirkrimsus Polda Sumbar Kombes Pol Andry Kurniawan secara jelas.

Pertama, Rohom menyebut Dirkrimsus Polda Sumbar Kombes Pol Andry Kurniawan telah mendapat jatah dari tambang emas ilegal, namun masih mau ‘memayungi’ (red.jadi beking) secara langsung.

Kedua, Dirkrimsus Polda Sumbar Kombes Pol Andry Kurniawan memohon kepada Rohom agar tidak dilaporkan kepada Kapolda Sumbar.

“Aku lagi di bengkel si Jek bang. Bisa kita bertemu, kata si Rohom. Pergilah aku ke bengkel si Jek. Ditelpon si Rohomlah Dirkrimsus. Bang, abang gak fair ini kata Rohom (red.telponan Rohom dengan Dirkrimsus). Jatah abang dikeluarkan juga, tapi dua alat abang ambil payungnya. Sementara orang itu sudah main dua bulan. Baru main katanya, baru dikasihnya saya (red. Kata Dirkrimsus ke Rohom yang diulangi Kasatreskrim). Akhirnya Dirkrimsus menyampaikan ke Rohom, si Rohom pakai loudspeaker itu. Bang Rohom, saya minta tolong ya, jangan disampaikan nama saya ke Kapolda. Udahlah, sekali ini saya ambil, besok tidak lagi, kata si Dirkrimsus,” bebernya. (red. kesaksiannya ini ditulis setelah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia)

READ  Arief Tampubolon Sarankan TNI di Bawah Presiden Seperti Polri

Di sisi lain, Kasatreskrim Polres Pasaman AKP Fion Joni Hayes yang dikonfirmasi soal pengakuannya itu pada 2 Mei 2026 sempat membantah. Namun, ia kemudian tidak dapat menyangkal pengakuan itu karena Aktual Online menegaskan memegang bukti.

Kasatreskrim Polres Pasaman AKP Fion Joni Hayes kemudian sempat berjanji akan bersedia diwawancara soal nama-nama pemain dan yang membekingi emas ilegal di Pasaman ini. Namun, ia kemudian mengaku sibuk.

“Assallammualikum wr wb. Belum bisa lagi bang karena masih banyak kegiatan dan kasus atensi bang kalau ada waktu nanti saya kabari bang,” terangnya melalui aplikasi perpesanan.

Hingga akhirnya fakta masalah ini diterima oleh Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo dan Irjen Pol Gatot Tri Suryanta digeser dari jabatannya sebagai Kapolda Sumbar.

Selain nama Rohom dan Kombes Pol Andry Kurniawan, Kasatreskrim Polres Pasaman AKP Fion Joni Hayes juga membeberkan sejumlah nama Aparat Penegak Hukum di dalam institusi maupun luar kepolisian yang terlibat tambang emas ilegal Pasaman, atau sekadar membantu proses hukum para pelaku hingga membebaskan alat-alat berat yang tertangkap dalam razia. Siapa mereka.*Bersambung.|| Prasetiyo

Related Post