AKTUALONLINE.co.id – TARUTUNG ||| Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara terus menunjukkan komitmennya dalam mempercepat pemulihan masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi melalui pembangunan hunian tetap yang layak dan nyaman. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan verifikasi dan pengundian 70 unit Hunian Tetap (Huntap) “Kampung Parsaoran Nauli” Adiankoting, yang dipimpin langsung oleh Bupati Tapanuli Utara, Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, S.Si., M.Si., di Aula Martua Kantor Bupati Tapanuli Utara, Tarutung, Sabtu (25/4/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Yayasan Bunda Tzu Chi Wilayah Sumatera Utara, jajaran pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat terkait, serta masyarakat penerima manfaat yang rumahnya terdampak bencana beberapa waktu lalu.
Dalam sambutannya, Bupati menjelaskan bahwa proses verifikasi dan pengundian dilakukan sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam menjamin keadilan, transparansi, dan keterbukaan kepada seluruh calon penghuni hunian tetap.
Menurutnya, seluruh warga yang telah ditetapkan sebagai penerima manfaat memiliki hak yang sama untuk memperoleh rumah, sehingga mekanisme pengundian menjadi solusi terbaik untuk menentukan unit hunian yang akan ditempati masing-masing keluarga.
“Kegiatan ini merupakan proses verifikasi sekaligus pengundian untuk 70 unit rumah bagi masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi. Seluruh warga memiliki hak yang sama, sehingga melalui sistem pengundian ini proses penentuan rumah dapat berlangsung secara adil, terbuka, dan transparan,” ujar Bupati.
Ia menegaskan bahwa seluruh unit rumah yang dibangun memiliki spesifikasi dan kualitas yang sama, sehingga masyarakat tidak perlu merasa khawatir ataupun membandingkan satu unit dengan unit lainnya.
Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara menargetkan seluruh rumah yang telah selesai dibangun dapat mulai ditempati pada pertengahan Mei 2026, setelah seluruh proses administrasi dan penyelesaian pembangunan rampung.
“Kami berharap bantuan yang diberikan pemerintah ini dapat dipergunakan dengan sebaik-baiknya demi kenyamanan, keamanan, dan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Bupati juga menekankan bahwa proses pengundian dilakukan untuk menghindari munculnya persepsi atau asumsi negatif terkait pembagian rumah. Dengan sistem tersebut, setiap keluarga mendapatkan kesempatan yang sama sesuai nomor undian yang diperoleh.
Selain itu, pemerintah telah memastikan berbagai fasilitas pendukung di kawasan hunian tetap tersedia, termasuk akses jalan menuju lokasi perumahan serta jaringan listrik yang siap digunakan oleh para penghuni.
Setelah memperoleh nomor undian, masyarakat dipersilakan untuk mulai mengunjungi rumah masing-masing guna mengenali lingkungan baru yang akan ditempati. Bupati juga mengajak warga untuk mulai membersihkan area sekitar rumah serta melakukan penghijauan demi menciptakan lingkungan yang asri dan nyaman.
Sebagai bentuk dukungan terhadap upaya tersebut, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara berencana memberikan bantuan bibit pohon buah-buahan kepada seluruh penghuni. Bibit tersebut diharapkan dapat ditanam di halaman rumah sehingga selain memperindah lingkungan, juga memberikan manfaat ekonomi bagi keluarga di masa mendatang.
“Saya mengajak seluruh masyarakat untuk bergotong royong menata kawasan perumahan ini. Mari kita tanam bunga, pohon buah, dan menjaga kebersihan lingkungan agar Kampung Parsaoran Nauli benar-benar menjadi kawasan hunian yang nyaman dan membanggakan,” ujar Bupati.
Ia bahkan berharap sebelum acara penyerahan kunci secara resmi dilaksanakan, masyarakat sudah mulai mempercantik halaman rumah masing-masing dengan taman bunga dan tanaman penghijauan lainnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga mengungkapkan bahwa pemerintah sedang mempersiapkan seremoni penyerahan kunci hunian tetap yang direncanakan akan dihadiri oleh pejabat kementerian terkait sebagai bentuk dukungan pemerintah pusat terhadap program pemulihan pascabencana di Tapanuli Utara.
Terkait progres pembangunan, Bupati menjelaskan bahwa sebagian besar unit hunian telah memasuki tahap akhir penyelesaian. Berdasarkan laporan yang diterima, sebanyak 34 unit rumah telah selesai 100 persen dan siap ditempati, 14 unit mencapai progres 90 persen, 10 unit mencapai 80 persen, 16 unit mencapai 70 persen, 4 unit mencapai 50 persen, dan 2 unit lainnya berada pada progres 20 persen.
Pemerintah optimistis seluruh pembangunan dapat diselesaikan sesuai target sehingga masyarakat segera memiliki tempat tinggal yang layak dan aman.
Pada kesempatan itu, Bupati juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pertukaran nomor undian maupun unit rumah yang telah ditetapkan. Sebab, seluruh hasil pengundian akan dituangkan secara resmi dalam Surat Keputusan (SK) Bupati sebagai dasar hukum penetapan penghuni masing-masing rumah.
“Jangan ada yang saling menukar nomor atau rumah hasil pengundian karena seluruh hasilnya akan ditetapkan melalui SK Bupati. Mari kita hormati dan jalankan proses ini dengan baik demi tertib administrasi dan keadilan bagi semua pihak,” tegasnya.
Di akhir kegiatan, Bupati Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Yayasan Bunda Tzu Chi yang telah memberikan dukungan besar dalam pembangunan hunian tetap bagi masyarakat terdampak bencana.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, lembaga sosial, dan masyarakat menjadi bukti nyata bahwa semangat gotong royong masih menjadi kekuatan utama dalam membantu masyarakat bangkit dari musibah.
“Kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Yayasan Bunda Tzu Chi atas kepedulian dan kontribusinya dalam membantu masyarakat Tapanuli Utara. Semoga kolaborasi ini menjadi berkat bagi seluruh warga yang akan menempati hunian tetap ini,” tutup Bupati.
Dengan terselenggaranya proses verifikasi dan pengundian tersebut, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara berharap para korban bencana segera dapat memulai kehidupan baru yang lebih aman, nyaman, dan sejahtera di kawasan Hunian Tetap Kampung Parsaoran Nauli Adiankoting. ||| Agus Juntak






