Today

Wujudkan Ketahanan Pangan, Pemkab Taput Gandeng OJK Cetak Petani Milenial Jadi Pebisnis Lewat Skema “Sejagat”

Alfin Sirait

AKTUALONLINE.co.id – TAPANULI UTARA ||| Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapanuli Utara terus memperkuat sektor pertanian sebagai tulang punggung perekonomian daerah melalui kolaborasi strategis dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sumatera Utara. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman dan Perjanjian Kerja Sama Skema Pengembangan Jagung Sejagat (Sejagat) yang dirangkai dengan sosialisasi kepada ratusan petani di Aula Martua Kantor Bupati Tapanuli Utara, Kamis (25/6/2026).

Program Sejagat hadir sebagai model pengembangan pertanian modern yang menerapkan sistem terintegrasi dari hulu hingga hilir (end-to-end system). Melalui skema ini, para petani tidak hanya memperoleh akses permodalan, tetapi juga pendampingan teknologi, perlindungan usaha, hingga kepastian pasar bagi hasil panen mereka.

Ekosistem tersebut melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari perbankan sebagai penyedia akses pembiayaan, Dinas Pertanian sebagai pendamping teknis, PT Jasindo untuk perlindungan risiko usaha tani, BPJS Ketenagakerjaan dalam memberikan perlindungan bagi petani, hingga Perum Bulog sebagai off-taker atau penjamin pembelian hasil panen.

Wakil Bupati Tapanuli Utara, Dr. Deni Parlindungan Lumbantoruan, M.Eng., menegaskan bahwa program Sejagat sejalan dengan visi Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara dalam mencetak sumber daya manusia unggul di sektor pertanian, khususnya dari kalangan generasi muda.

“Kami ingin petani milenial tidak hanya menjadi petani yang menanam, tetapi berkembang menjadi pebisnis pertanian yang mampu menyusun perencanaan usaha, memahami analisis bisnis, serta memanfaatkan peluang pasar yang telah difasilitasi pemerintah melalui OJK dan sektor perbankan,” ujar Wakil Bupati.

Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara juga tengah menjalankan program strategis untuk memperluas lahan pertanian produktif sebagai bentuk dukungan nyata terhadap ketahanan pangan daerah.

“Target kita tahun ini membuka hingga 1.000 hektare lahan pertanian baru yang didukung penuh oleh subsidi pemerintah. Infrastruktur dan ekosistemnya sudah kita siapkan. Kini saatnya generasi muda mengambil peluang ini dan menjadi contoh bagi pemuda lainnya,” katanya.

READ  Pemkab Taput Pastikan Warga Segera Tempati Huntap, Pemulihan Pascabencana Masuki Tahap Akhir

Pemkab Taput juga menargetkan jumlah petani milenial produktif terus bertambah hingga mencapai lebih dari 1.000 orang pada tahun 2028.

Sementara itu, Deputi Direktur OJK Provinsi Sumatera Utara, Yovvi Sukandar, yang membacakan sambutan Kepala OJK Sumut, mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara dalam membangun ekosistem pertanian yang terintegrasi.

Menurutnya, OJK berkomitmen memperluas akses pembiayaan sektor pertanian sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045.

Yovvi menjelaskan bahwa hingga April 2026, sekitar 99,79 persen pembiayaan kredit sektor jagung di Sumatera Utara telah disalurkan kepada pelaku UMKM dan petani, menunjukkan tingginya dukungan sektor keuangan terhadap pengembangan komoditas tersebut.

“Melalui kerja sama ini, akses permodalan bagi petani jagung di Tapanuli Utara menjadi semakin terbuka. Kami juga sengaja mendorong keterlibatan petani milenial karena mereka lebih adaptif terhadap teknologi dan inovasi agribisnis yang mampu meningkatkan nilai tambah hasil pertanian,” ujarnya.

Selain memperkenalkan skema pembiayaan, OJK juga memberikan edukasi mengenai pentingnya pengelolaan keuangan yang sehat kepada para peserta. Petani diingatkan untuk menggunakan modal usaha secara bertanggung jawab, menghindari praktik judi online, serta mewaspadai berbagai bentuk investasi ilegal yang menjanjikan keuntungan tidak realistis.

Melalui peluncuran Skema Pengembangan Jagung Sejagat, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara optimistis produktivitas sektor pertanian akan meningkat secara signifikan, sekaligus memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) daerah.

Ke depan, keberhasilan model kemitraan berbasis off-taker ini direncanakan akan diperluas ke berbagai komoditas unggulan Tapanuli Utara lainnya, seperti kopi dan tomat, sehingga mampu menciptakan ekosistem pertanian yang semakin kuat, berdaya saing, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. ||| Agus Juntak

Related Post