Today

‎Aktual Online Terima Teror Akan Digeruduk Masyarakat Pembela Tambang Emas Ilegal Pasaman

Koordinator Liputan Aktual Online Prasetiyo. (Foto: dok. Aktual Online)
Koordinator Liputan Aktual Online Prasetiyo. (Foto: dok. Aktual Online)

#Edisi17
‎#KhususNamaPemaindanBekingTambangEmasIlegalPasaman



‎AKTUALONLINE.co.id – Sumatera Barat || Redaksi Aktual Online telah menerima teror akan digeruduk oleh masyarakat yang mengaku membela diteruskannya tambang emas ilegal di Pasaman.

‎Mereka keberatan atas berbagai berita-berita Aktual Online yang terus mengkritik tambang emas ilegal, dan mengulang-ulang pengakuan Kasatreskrim Polres Pasaman AKP Fion Joni Hayes soal nama-nama pemain serta beking di balik aktivitas merusak lingkungan tersebut.

‎”Jan sombong bana. Kami akan datang barami-rami ka tampek sanak untuak mancaliak baa bana Aktual Media ko. Tunggu sajo tanggal rilisnyo. (red. Kau jangan sok paten. Nanti kami rame-rame ke tempat kalian biar tahu rasa media Aktual ya. Kau tunggu tanggal mainnya),” tulis seseorang tidak dikenal lewat aplikasi perpesanan.

‎Menanggapi teror ini, Koordinator Liputan Aktual Online Prasetiyo menegaskan Redaksi bukan pertama kalinya mendapat ancaman atau intimidasi karena keras mengkritik. Sehingga tidak menaruh khawatir maupun takut atas rencana pembungkaman pers itu.

‎”Mau datang ramai-ramai, silakan. Redaksi kami di Komplek Grand Menteng No.99 K Medan. Pintu redaksi kami terbuka untuk siapapun,” terang Prasetiyo, Kamis (11/6/2026) sore.

‎Dikatakan Prasetiyo, Redaksi Aktual Online mengatakan bahwa dalam pemberitaan yang dipublikasikan telah menempuh proses jurnalistik yang benar. Misalnya, soal pengakuan Kasatreskrim Polres Pasaman AKP Fion Joni Hayes menyebut nama Pangd*m, Dand*m, Waasint*l Kod*m, Dirkrimsus Polda Sumbar, ASN bernama Roni Irawan alias Rohom, dan wartawan bernama Wan Wibowo telah terverifikasi.

‎Kasatreskrim Polres Pasaman AKP Fion Joni Hayes mengakui pernyataan dalam rekaman itu kepada Aktual Online pada 2 Mei 2026 silam melalui panggilan aplikasi perpesanan.

‎Jika ada yang marah, tentu masyarakat yang bukan mafia tambang. Itupun, marahnya kepada para bandit-bandit tambang emas ilegal dan oknum aparat penegak hukum pembekingnya karena telah merusak alam dan mengancam kehidupan masa mendatang. Bukan dengan Aktual Online.*Bersambung|| Prasetiyo

READ  Kadiv Propam Polri Nyatakan Akan Periksa Kapolres Tebing Tinggi Soal Kasus Anggota DPRD Tebing Tinggi Jadi Otak Pencurian Rel Kereta Api

Related Post