19.8 C
Indonesia
Sabtu, 18 April 2026

Oknum Provost Usir Wartawan, Kasi Propam Polres Langkat Minta Ma’af

Berita Terbaru

AKTUALONLINE.co.id LANGKAT |||
Oknum Provos Polres Langkat mengusir Syahrial wartawan Online Metro One Mitra Polres Langkat pada hari Senin 16 Oktober 2023 Terkait hal itu Kasi Propam Polres Langkat AKP Abed Nebo Simanungkalit meminta maaf pada Syahrial di ruang Kasi Propam Rabu (18/10/03).

Sebelumnya Syahrial dihubungi melalui telepon oleh Waka Polres Langkat Kompol Dr. Hendri Nupia.Dinka Barus SH, SIK, MM , tidak hanya Waka Polres, SR juga dihubungi Kasat Intelkam Polres Langkat AKP Muhammad Syarif Ginting SH (18/10/03).

Dua pejabat teras di Langkat itu mengkonfirmasi untuk mengarahkan SR datang ke keruang Kasi Propam Polres Langkat.

“Saya tidak bisa menolak arahan serta saran dari bapak-bapak itu, jauh sebelumnya mereka sudah menganggap saya adalah bagian dari Mitra Institusi Polri di Polres Langkat, jadi saya mau tak mau wajib mematuhinya karena hal itu saya anggap sebagai perintah dari pimpinan,” Kata Syahrial pada rekan-rekan media di kantor PWI Langkat.

Wartawan yang masih menyimpan rasa sakit hati karena dipermalukan Oknum Provos Aipda Tamba itu datang ke ruangan Kasi Propam sendirian tanpa teman.
Sebelum sampai keruangan Kasi Propam polres Langkat itu menelpon Syahrial bahwa dirinya sudah menunggu SR di Ruang Kasi Propam yang dipimpinnya itu.

Sebelum sampai di ruangan Kasi Propam itu Syahrial sudah duluan disusul diluar okeh AKP Abed Nebo Simaungkalit dengan ramah dan berkesan sangat bersahabat.

Di ruangan Kasi propam dia dipertemukan dengan Aipda Tamba yang mengusir Syahrial di depan ruang tahanan Polres beberapa hari yang lalu itu.

Mewakili Aipda Tamba sebagai anggotanya dan pula secara pribadi berkali kali mengucap meminta maaf kepada SR atas kekecewaan SR terhadap bawahannya itu, AKP Abed berbicara ramah dan santun kepada SR bertanya dan mendengarkan kekecewaan SR Wartawan Mitra Polres Langkat.

“Mungkin ini hanya miskomunikasi dan kesalahanfahaman saja ya bang, jadi saya atas nama pribadi mohan meminta maaf kepada abang selaku Mitra Polres Langkat serta Syahrial menerima permintaan maaf itu setelah Aipda Tamba mengulurkan tangannya bersalaman dengan dirinya.

Saya sudah memaafkannya, orang yang minta maaf apakah kita tolak? kan tidak, Tuhan saja maha pengampun kenapa kita harus berkeras hati?” ujarnya.

AKP Abed Nebo Simanungkalit Kasi Propam Polres Langkat itu berharap agar kedepan hubungan personilnya dengan media makin lebih akrab lagi, dan mengingatkan pada SR apa bila ada hal-hal yang perlu di polres agar menghubungi dirinya.

Menanggapi hal ini Pimpinan Redaksi Metro Onenews.id Medan Elfian Zuhri Nasution SH mengapresiasi tindak lanjut dari Kasi Propam Polres Langkat itu.

“Patut dicontoh oleh kita tentang betapa lembutnya dan legowonya pihak propam Polres Langkat itu, semoga beliau cepat naik pangkat dan diberi jabatan yang lebih tinggi di institusi Polri Polres Langkat Polda Sumut,” kata Orang yang akrab dipanggil Cok Pranata ini.

“Kalau sudah begitu ceritanya ya sudahlah orang yang sudah benar-benar minta maaf yach kita maafkanlah. Memang kita siapa kali rupanya?” ucapnya.

Apalagi ini menyangkut hubungan antara Polri dan insan pers jadi kita harus baik- baik pada Polri secara kemitraan.
Namun walaupun demikian kata Elfian, Media dan insan pers (wartawan) merupakan mitra kerja polisi dalam mendukung keberhasilan personil mau pun institusi kepolisian dalam melaksanakan tugas dan fungsi Polri. Wartawan bukan hanya mitra kerja Kepolisian namun juga sebagai kontrol sosial bagi kinerja anggota Polri khusus nya ditengah-tengah masyarakat.

Wartawan itu adalah mitra Polri bukan rivalnya Polri, Jika dipersentasekan, keberhasilan institusi kepolisian yaitu duapuluh persen pada personil, dupuluh persen secara keorganisasian dan enampuluh persen karena publikasi media. Dengan demikian, media dan wartawan adalah mitra kerja Polisi,” kemudahan berkoordinasi dan saling bertukar informasi serta mempererat jalinan silaturahmi.Untuk itu Polri harus merangkul media baik itu media online, cetak dan mainstream. Sehingga Polri di blow up oleh wartawan.

Terlebih lagi saat ini wartawan memberikan informasi serta pemberitaan edukatif kepada masyarakat sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas kamtibmas khususnya menjelang Pemilu tahun 2024 nanti. Pungkas dedengkot wartawan Medan itu. ||| Agus Salim

 

 

Editor : Zul

Baca Selanjutnya

Berita lainnya