Today

Pembangunan Sport Centre Untuk PON 2024 Dihentikan, Masyarakat Tuntut Ganti Rugi

redaksi

AKTUALONLINE.co.id MEDAN ||| Pelaksanaan proyek sport centre untuk ajang PON 2024 di Desa Sena Kecamatan Batang Kuis Kabupaten Deli Serdang dihentikan masyarakat. Mereka menuntut segera diberikan ganti rugi atas tanah yang selama ini mereka tanami, serta bangunan rumah yang telah tiga kali dirobohkan secara paksa oleh Dispora Sumut.

Menurut keterangan yang disampaikan oleh salah seorang anggota kelompok tani, Dewi Simatupang, penyetopan yang dilakukan Senin (25/9/2023) kemarin bukan rencana jahat untuk menggagalkan proyek stadion. Namun, mereka ingin menunjukkan bahwa saat ini masih ada anggota kelompok tani telah menjadi korban pembangunan. Kejamnya, pemerintah seakan menutupi hal tersebut.

“Kami tidak ada niat menggagalkan pembangunan. Tapi, apa karena kami rakyat kecil lalu harus menjadi korban. Jangan kalian egois. Setelah saya digusur, mau kemana kami, kerja apa kami. Coba kalian tukaran posisi, ayo kita tukaran. Pak Gubsu, ayo tukaran posisi kita,” ungkap Dewi Simatupang dengan sedih melalui telepon kepada www.aktualonline.co.id.

Dibeberkan Dewi Simatupang, sekitar 11.30 WIB, ada belasan orang datang diiringi beko. Mereka mengakui sebagai pesuruh Dispora Sumut yang hendak meratakan seluruh areal dari bangunan maupun pohon yang menghalangi proyek sport centre. Keributan pun tidak dapat dibendung.

Melalui dokumentasi yang diabadikan anggota tani, Ketua LPM Desa Sena, Ricky Pradanah malah menanyakan anggota kelompok tani tersebut warga yang mana. Tampak pula satpam Dispora Sumut mondar-mandir memegang hp dan ikut merekam situasi saat adu mulut. Bahkan beberapa petugas dari TNI muncul dengan seragam lengkap mendampingi pekerja proyek.

Diketahui pula, saat ini pembangunan sport centre masih tersandung dengan alas hak tanah yang abu-abu, serta belum mengantongi izin mendirikan bangunan. Hal itu juga diperkuat dengan tidak adanya pamplet informasi proyek. Bahkan, pengadaan ganti rugi yang dititipkan di PN Lubuk Pakam belum mengakomodir seluruh kelompok tani. Bahkan, daftar no name disinyalir menjadi mainan oknum untuk mensejahterakan ekonomi pribadi. ||| Prasetiyo

READ  Peringati Haornas ke-42, Wagub Sumut Ajak Budayakan Olahraga Sejak Dini

Related Post

Tinggalkan komentar