AKTUALONLINE.co.id MEDAN ||| Presidium Kongres Rakyat Nasional (Kornas), Sutrisno Pangaribuan mengatakan banyak kader hingga politisi senior yang tiba-tiba muncul dan ‘menjilat’ jelang Pemilu 2024 ini. Padahal, jauh hari tidak pernah bersuara bahkan enggan merespon berbagai keluhan rakyat yang mencuat hingga viral di media.
Sutrisno kepada www.aktualonline.co.id, mencontohkan aksi Politisi Panda Nababan, baru-baru ini ramai jadi sorotan karena mengomentari Bobby Afif Nasution selaku menantu Presiden RI yang sejak menjabat Wali Kota Medan belum menoreh Prestasi. Cibirannya juga menjadi kontroversi karena menyebut Gibran darah daging orang nomor 1 di Indonesia, sebagai ‘anak ingusan’.
Parahnya, banyak kader dan politisi tanah air, khususnya di Sumatera Utara yang terpancing dan emosi, seperti tangan kanan Wali Kota Medan, Bobby Afif sekaligus politisi Gerindra, Ade Jona Prasetyo seakan-akan mencoba melindungi keluarga Istana Merdeka tersebut. Padahal, tanpa pembelaan, masyarakat juga telah mengetahui fakta kerja yang dilakukan Bobby menuai kritik tajam dari berbagai pihak.
“Jelang Pemilu 2024 ini, aksi reaksi para elit politik tersebut hanya berkaitan dengan kepentingan pragmatis dan oportunis. Pengkritik ingin dapat perhatian, sedang pembela dan pemuja sedang cari muka, menjilat. Aksi reaksi para elit politik tersebut hanya terkait kepentingan kekuasaan jangka pendek,” ungkap Sutrisno, Selasa (4/7/2023) siang.
Sutrisno tidak ingin aksi para politikus yang seolah-olah benar ini terus mempengaruhi serta memperburuk kesehatan masyarakat. Untuk itu, ia mengajak semua pihak bergotong-royong meningkatkan kualitas Pemilu 2024. ||| Prasetiyo




