AKTUALONLINE.co.id MEDAN ||| Mantan Menteri Kehutan, MS Kaban menyindir Korwil Pusat Monitoring Politik dan Hukum Indonesia (PMPHI) Sumut, Gandi Parapat yang telah malas memberikan informasi terkait situasi apapun di Sumatera Utara, misalnya kasus sport centre di Deli Serdang dan stadion bola juga wisma atlet di Siosar, persoalan proyek Rp2,6 T hingga kontroversi rumah mewah Ciputra di lahan milik PTPN II. Padahal, kabar dari putra daerah Tapanuli Utara tersebut biasanya ia jadikan referensi untuk berdiskusi, bahkan mengambil kebijakan.
“Gandi ini sudah malas memberi info atau mengirim berita tentang Sumut. Saya tau berita stadion dan wisma atlet di Siosar, sport center dan perumahan mewah Ciputra dari orang lain yang mengirim WhatsApp,” celetuk MS Kaban sambil bergurau, Rabu (3/5/2023) pagi.
Menanggapi hal itu, Korwil PMPHI Sumut Gandi Parapat terang-terangan menyatakan takut, pasalnya Gubsu dan Wagubsu saat ini lagi ‘pekong’ (red. pecah kongsi). Untuk menjaga kemesraan mereka, Gandi sebisa mungkin memberikan statement yang menyejukkan dan membuat masyarakat tidak ikut gaduh di tahun politik.
“Saya takut bang. Soalnya pernah Abang bilang sama saya agar saya membuat pertemuan Gubsu dan Wagubsu karena mereka lagi pekong, hubungan mereka kurang harmonis,” sahut Gandi menjawab penasaran MS Kaban.
Gandi sendiri mengaku bahwa upayanya sejak lama untuk meredam konflik tersebut terus mendapat cemooh karena dianggap tidak kompeten dan bukan ranahnya mengurusi hubungan Gubsu dan Wagubsu. Akhirnya, kondisi kedua pejabat utama di Provinsi Sumut itu benar-benar mengkhawatirkan.
“Awalnya saya dicemooh. Banyak yang bilang, bukan level kau itu Gandi, ngapain kau urus-urus. Lama-lama makin pekong mereka kan. Mau gimana lagi, saya sudah berusaha, tapi pendukung Edy-Ijeck saat Pilkada lalu tidak ada yang ikut dalam barisan saya mendamaikan mereka. Ya saya pikir, biarlah saya terus berusaha karena saya punya tanggungjawab sebagai pendukung mereka masa itu. Saya bertekad membuat keduanya akur kembali,” terangnya. ||| Prasetiyo




