21.8 C
Indonesia
Rabu, 22 April 2026

Warga Minta Tembok Penahan Aek Sigeaon yang Ambruk Segera Diperbaiki

Berita Terbaru

AKTUALONLINE.co.id TAPUT |||
Kondisi Aek Sigeaon di Tapanuli Utara yang ambruk beberapa waktu lalu menyisakan tandatanya besar di kalangan warga setempat terkait dengan masih belum dilanjutkannya pekerjaan hingga saat ini.

Kontributor Aktualonline.co.id Charles Simorangkir yang sempat menyambengi longsornya tembok penahan irigasi Sungai Aek Sigeaon pada Senin, 9 Januari 2023 lalu sempat meminta komentar warga setempat terkait ambruknya tembok Aek Sigeaon tersebut.

Menurut warga bermarga Hutahuruk dan Tampubolon mengakui bahwa proyek tersebut sudah berapa lama tidak ada pengerjaan. Dikatakan mereka sekitar kurang lebih tiga mingguan sudah tidak dikerjakan,sehingga sempat terjadi longsor tanggul yang terbuat dari tembok beton yang lama persis disebelah jalan menuju ke Nagori Sualompu.

Kontributor Aktualonline.co.id yang berasal dari Ibukota Jakarta sempat menelusuri dan mengamati sepanjang areal Aek Sigiaon dan melihat adanya alat berat ekscavator yang masih terparkir di lokasi Aek Sigeaon Tarutung tersebut dan hal ini juga mencuatkan tandatanya terkait anggaran yang dikeluarkan untuk alat berat tersebut yang tentunya bisa dalam hitungan jam atau perharinya.

Selain hal tersebut,terlihat juga saluran-saluran air di pemukiman penduduk sekitar yang masih terkendala tidak berjalan dengan normal dan tumpat karena sampah yang menumpuk.

Sementara informasi lain yang dikutip Redaksi menterakan,apapun masalah seputar kondisi Aek Sigeaon, pihak Pemkab Tapanuli Utara tak bisa berbuat banyak. Kenapa. Karena sungai adalah urusan atau gawenya Provinsi. Ada Balai yang diserahi tugas menyangkut sungai-sungai yang ada di daerah kabupaten/ kota. Kalau begitu balai yang mengurusi sungai itu seharusnya tanggap dan peduli. Tidak hanya sekadar berpangku tangan, atau hanya manggut-manggut setiap mendengar problem menyangkut sungai yang menjadi wewenangnya.

Bupati Taput Drs Nikson Nababan MSi, sudah kerap juga menghimbau perhatian Pemprov dan pusat, untuk lebih memperhatikan kondisi Aek Sigeaon.

Terjadinya pendangkalan dasar sungai bukan satu-satunya masalah serius Aek Sigeaon saat ini. Di sisi lain, badan sungai juga terlihat makin menyempit di bagian hulu arah Sipoholon. Seiring penyempitan bantaran sungai di sisi kiri dan kanan makin melebar. Bantaran sungai kini dimanfaatkan beberapa warga jadi lahan kebun pribadi, daripada ditumbuhi belukar.

Terkini, tembok penahan yang menggunakan sheetfill ambruk. Berita lewat medsos dan media siber, menggambarkan kondisi kritis di sebelah barat sungai. Diduga, terjadi erosi kronis di saat air sungai menanjak di musim hujan. Atau mungkin konstruksi tembok penahan yang rapuh.

Sementara informasi lainnya menyebutkan bahwa penyebab utama ambruknya tembok tanggul Aek Sigeaon merupakan dampak dari gempa bumi yang terjadi pada tanggal 1 oktober lalu, dimana efek gempa bumi cukup kuat mengakibatkan adanya penurunan pondasi tanggul sungai.

Bupati Tapanuli Utara Nikson Nababan disebut telah melaporkan kejadian itu kepada Kementerian Pekerjaan umum dan Perumahan rakyat untuk dapat membangun kembali tembok tanggul Aek Sigeaon yang ambruk.

Ambruknya tembok itu cukup ramai terposting di medsos, mengundang sejumlah pejabat turun meninjau termasuk Kapolres Taput AKBP Johanson Sianturi (5/12).

Lalu, jika kondisi sungai mengkhawatirkan seperti saat ini, bagaimana solusinya? Ragam pendapat pun berseliweran, tapi fokus tetap pada sejauh mana respon provinsi mau pun pusat. |||| ***

Kontributor : Charles Simorangkir
Editor : Zul

Baca Selanjutnya

Berita lainnya