AKTUALONLINE.co.id MEDAN ||| Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatra Utara Nispul Khoiri sangat apresiasi terhadap Presiden Jokowi melalui Menteri Agama, H. Yaqut Cholil Qoumas yang dinilai berhasil dalam menjaga kerukunan antar umat beragama selama masa pemerintahannya. Salah satunya melalui program moderasi beragama.
“Presiden Joko Widodo melalui Gus Menteri dalam membangun sistem pemerintahannya dipandang berhasil membangun kerukunan umat beragama. Beliau konsisten dengan salah satu program hebat dan berhasil melalui moderasi beragama,” ungkap Nispul, Sabtu (24/12/2022) sore.
Lanjut Nispul, tidak ada teori lain yang tepat terkecuali merubah cara pandang pemahaman beragama secara moderat tidak ekstrem kanan (kaku) atau ekstrem kiri (liberal). Melalui moderasi beragama sebagai konsepsi yang dapat membangun sikap toleran dan rukun guna memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa.
“Secara evolusi konsep kerukunan dibangun oleh Presiden Joko Widodo warga negara Indonesia telah mampu menafsirkan agama sebagai dasar mencerminkan kesejukan, perdamaian dan menghindari konflik,” kata Nispul Khoiri.
Di sisi lain, dia juga mengingatkan, menjaga kerukunan antar umat beragama bukan hanya tugas pemerintah pusat semata, melainkan seluruh elemen bangsa, termasuk pemerintah daerah. Apalagi menurutnya dinamika antar umat lebih sering terjadi di daerah sehingga peran aktif pemerintah daerah dalam mengampanyekan kerukunan bangsa dituntut lebih maksimal.
Nispul khoiri juga mengimbau agar semua pihak menghindari penggunaan politik identitas dalam Pemilu 2024 mendatang. Sebab menurutnya politik identitas sangat berbahaya hingga berpotensi memecah kehidupan bangsa.
“Terlebih kita menjelang Pemilu, penggunaan politik identitas dalam konteks untuk mendapatkan popular vote itu berbahaya, bisa merusak sendi-sendi kehidupan kita sebagai bangsa dan negara,” tukasnya.
Seperti diketahui, dalam rangka memperkokoh kerukunan antarumat beragama, pemerintahan memiliki program moderasi beragama yang dapat dijadikan sebagai strategi kebudayaan untuk merawat Indonesia yang damai, toleran dan menghargai keragamaan. ||| Pras
Editor : Pras




