Today

Dukung Program Sekolah Rakyat, Wamensos Agus Jabo Minta UPT Kemensos Maksimalkan Layanan dan Jadi Center of Excellence

Alfin Sirait

AKTUALONLINE.co.id – Bekasi |||  Kementerian Sosial (Kemensos) menegaskan komitmennya untuk mengawal program-program prioritas pemerintah. Wakil Menteri Sosial (Wamensos) RI Agus Jabo Priyono meminta seluruh sentra dan sentra terpadu selaku Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kemensos tidak hanya berfokus pada tugas rutin melayani Pemerlu Atensi Sosial (PAS), tetapi juga mendukung penuh program strategis Presiden Prabowo Subianto, salah satunya Sekolah Rakyat.

Pesan tegas tersebut disampaikan Agus Jabo saat memberikan arahan dalam kegiatan Pemantauan Kinerja Unit Pelaksana di lingkungan Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial yang bertempat di Sentra Pangudi Luhur Bekasi, Jawa Barat, Kamis (15/10/2026).

”Kita harus memahami apa yang menjadi program-program Bapak Presiden. Jadi selain menjalankan tugas sesuai undang-undang, kita juga harus aktif merespons dan mengeksekusi program mandatory dari Presiden,” tegas Agus Jabo, seperti yang dikutip Aktual Online, Jumat (16/10/2026) dari laman www.kemensos.go.id.

Ia mengapresiasi terobosan Ditjen Rehabilitasi Sosial yang menghadirkan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) sebagai jembatan bagi anak-anak yang belum terserap di Sekolah Rakyat. Menurutnya, inovasi semacam ini harus diperbanyak dan dirancang secara matang ke depan.

Makmurkan Sentra sebagai Pusat Rujukan Utama

Agus Jabo menjelaskan bahwa pelayanan rehabilitasi sosial ke depan diarahkan pada konsep ”memakmurkan sentra”. Artinya, menjadikan sentra sebagai Center of Excellence yang mencakup tiga komponen utama: pusat rujukan utama rehabilitasi sosial, role model atau best practice, serta pusat pembelajaran berstandar kualitas tinggi.

Secara teknis, dari 12 kelompok PAS, Ditjen Rehsos mengampu 11 kelompok rentan yang memiliki problem sosial seperti lansia, anak-anak, korban Napza, hingga Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Sementara satu kelompok terkait problem ekonomi (fakir miskin) menjadi ranah Direktorat Linjamsos dan Dayasos.

READ  Kemnaker: Perusahaan Wajib Terdaftar di WLKP untuk Menjadi Mitra MagangHub 2026

”Kalau 11 kelompok ini pelayanannya maksimal, pasti sentranya makmur. Memakmurkan sentra bukan sekadar ramai, melainkan ramainya itu berisi tentang pelayanan rehabilitasi sosial yang berkualitas,” ujarnya.

Untuk mewujudkan hal itu, Wamensos memastikan dukungan anggaran, sarana prasarana, hingga peningkatan kualitas SDM akan terus diperkuat. Terlebih, rekam jejak Kemensos dalam rehabilitasi sosial dan program deradikalisasi telah diakui hingga ke tingkat nasional.

Dorong Kolaborasi dengan Pemda

Di sisi lain, Agus Jabo menyoroti pentingnya mempererat sinergi dengan pemerintah daerah (pemda), khususnya dinas sosial. Selama ini, interaksi di lapangan dinilai masih berjalan sendiri-sendiri dan kerap diwarnai keluhan terkait keterbatasan rumah singgah hingga penanganan ODGJ.

”Ke depan kolaborasi harus diperkuat, jangan jalan sendiri-sendiri lagi,” cetusnya.

Sementara itu, Plt Sekretaris Ditjen Rehabilitasi Sosial Rabiah menambahkan, pemantauan kinerja ini menjadi indikator penting untuk mengukur capaian UPT secara objektif.

”Kegiatan ini menjadi batu pijakan karena ke depan kita ingin membawa sentra dan sentra terpadu menjadi pusat rujukan rehabilitasi sosial melalui spesialisasi layanan dan peningkatan kapasitas SDM yang berkelanjutan,” pungkas Rabiah. |||Red

Related Post