Today

Bencana Pasaman ‘Rakitan’ Penambang Liar yang Dibekingi APH

Prase Tiyo

Praktisi Hukum dan Aktivis Fahrul Rozi Harahap. (Foto: Ist/Aktual Online)
Praktisi Hukum dan Aktivis Fahrul Rozi Harahap. (Foto: Ist/Aktual Online)

#Edisi43

 

AKTUALONLINE.co.id – Sumatera Barat || Tragedi banjir bandang yang berulang kali menghantam Kabupaten Pasaman bukan lagi sekadar musibah alam biasa. Praktisi Hukum sekaligus Aktivis Fahrul Rozi Harahap, secara blak-blakan menuding bencana tersebut sebagai ‘produk rakitan’ dari tangan-tangan serakah para penambang emas ilegal yang dibiarkan merusak bumi Pasaman.

Dengan nada geram, Fahrul Rozi menegaskan bahwa kerusakan ekologis ini terjadi karena ulah manusia yang mengabaikan hukum alam maupun aturan agama seperti yang telah dijelaskan dalam Alquran Surat Ar-Rum ayat 41. Keberanian itu timbul, karena para bandit tambang emas ilegal ini telah dibekingi oleh Aparat Penegak Hukum (APH).

“Semua yang terjadi di alam semesta ini memang kehendak Tuhan yang Maha Kuasa, tapi rusaknya alam itu karena ulah manusia sehingga mengakibatkan bencana. Bencana banjir bandang di kampung halaman saya ini murni rakitan penambang liar yang dibekingi APH,” tegas Fahrul Rozi, Senin (28/9/2026) siang.

Fahrul Rozi Harahap juga mengaku merasa miris karena ketika musibah datang, para bandit tambang emas ilegal dengan antek-anteknya yang mengeruk kekayaan alam justru bisa duduk tenang, sementara masyarakat kecil yang tak berdosa harus menanggung penderitaan paling berat.

Selain itu, meski tabir hitam di balik lingkaran hitam tambang emas ilegal ini perlahan mulai tersingkap satu per satu, aktivitas haram itu tetap menjamur. Hal ini menurut Fahrul Rozi Harahap disebabkan oleh jaringan kejahatan yang diduga telah mengakar kuat dan terorganisir secara sistematis. Sehingga, tidak ada jalan lagi dapat menghentikan tambang emas ilegal ini selain hantaman bencana alam.

Makanya, Fahrul Rozi Harahap mendoakan agar di musibah kali ini, para bandit-bandit tambang emas ilegal beserta seluruh saudara juga jaringannya dapat tersapu oleh banjir bandang. Supaya masyarakat yang masih mendukung tambang emas ilegal lekas sadar sudah salah jalan.|| Prasetiyo

READ  ‎Kotoran Babi jadi Berujung Laporan Polisi, Jauli Manalu: Mohon Kapolres Taput Tanggapi

Related Post