Today

Cegah Bullying dan Kenakalan Remaja, SMPN 31 Medan Libatkan TNI hingga Puskesmas

Alfin Sirait

AKTUALONLINE.co.id | MEDAN — UPT SMP Negeri 31 Medan menggandeng berbagai unsur dan instansi untuk memperkuat pembinaan karakter siswa, mencegah perundungan (bullying), serta menekan potensi kenakalan remaja di lingkungan sekolah.

Salah satu upaya tersebut dilakukan dengan menghadirkan pihak eksternal sebagai pembina upacara bendera. Langkah ini diharapkan dapat memberikan pemahaman langsung kepada siswa mengenai pentingnya kedisiplinan, tanggung jawab, keamanan, kesehatan, dan perilaku positif dalam kehidupan sehari-hari.

Pada Senin (7/9/2026), pembina upacara di UPT SMP Negeri 31 Medan adalah Peltu Rahmat Zuhri, Babinsa Kelurahan Lau Chi, Kecamatan Medan Tuntungan. Ia didampingi Pelda Edy Tias, Babinsa Kelurahan Kemenangan Tani.

Dalam amanatnya, Rahmat mengingatkan para siswa agar tidak melakukan perundungan terhadap sesama, baik secara fisik maupun verbal.

Ia menegaskan, tindakan mengejek, menghina, mengintimidasi, mempermalukan, maupun memaksa orang lain tidak dapat dianggap sebagai candaan semata karena dapat memberikan dampak serius terhadap korban.

“Bullying bukanlah hal yang sepele. Beberapa orang menganggap bullying sebagai guyonan atau lelucon, tetapi mereka tidak menyadari dampaknya,” kata Rahmat.

Menurutnya, perundungan dapat memberikan pengaruh terhadap kondisi psikologis korban dan bahkan menimbulkan trauma. Karena itu, para siswa diharapkan berani menghentikan perilaku perundungan serta membangun hubungan pertemanan yang dilandasi sikap saling menghormati.

Rahmat juga menyampaikan bahwa perilaku bullying dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain kurangnya perhatian keluarga, keinginan untuk mendapatkan perhatian, maupun pengaruh lingkungan pergaulan.

“Bullying sama sekali tidak memberikan manfaat dan hanya merugikan diri sendiri serta orang lain,” ujarnya.

Ia pun mengajak seluruh siswa untuk bersama-sama menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, tertib, dan bebas dari segala bentuk perundungan.

Kepala UPT SMP Negeri 31 Medan, Denni Hutagalung, mengatakan keterlibatan pihak luar sebagai pembina upacara merupakan bagian dari strategi sekolah dalam memperkuat pembinaan karakter sekaligus memberikan edukasi kepada siswa dari berbagai perspektif.

READ  DPRD Medan Minta Kepling Fasilitasi Warganya Dapat Bantuan

Menurutnya, sekolah tidak hanya melibatkan unsur TNI, tetapi juga berencana menghadirkan berbagai instansi dan lembaga lainnya, seperti pihak kelurahan dan kecamatan, kepolisian, Basarnas, puskesmas, serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan.

Kehadiran berbagai unsur tersebut diharapkan dapat memberikan wawasan secara langsung kepada siswa mengenai kedisiplinan, hukum, keselamatan, kesehatan, serta pentingnya memiliki rasa tanggung jawab sebagai pelajar.

“Dengan menghadirkan berbagai pihak, anak-anak bisa mendapatkan pengetahuan dan pengalaman langsung. Harapannya mereka semakin memahami pentingnya disiplin, menjaga diri, menghormati orang lain, dan menjauhi perilaku yang dapat merugikan masa depan,” ujar Denni.

Selain mencegah bullying dan kenakalan remaja, program tersebut juga diarahkan untuk mendorong siswa agar lebih disiplin dalam belajar dan aktif mengembangkan potensi diri demi mencapai cita-cita.

Pelibatan berbagai unsur di luar sekolah dinilai dapat memperluas pola pembinaan peserta didik. Pesan dan edukasi yang diterima siswa tidak hanya berasal dari guru, tetapi juga dari pihak-pihak yang memiliki tugas dan pengalaman dalam bidang keamanan, kesehatan, keselamatan, pemerintahan, serta pembinaan generasi muda.

Melalui langkah tersebut, UPT SMP Negeri 31 Medan berharap tercipta lingkungan pendidikan yang semakin aman, kondusif, dan nyaman bagi seluruh warga sekolah.

Upaya pencegahan bullying dan kenakalan remaja pun diharapkan tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi menjadi gerakan bersama yang melibatkan guru, orang tua, siswa, pemerintah, aparat keamanan, serta seluruh unsur masyarakat. || Marlan Pasaribu

Related Post