Today

Pendeta Krisman Saragih Ajak Masyarakat Perkuat Kerukunan Demi Membangun Moral Generasi Muda

Alfin Sirait

AKTUALONLINE.co.id – MEDAN || Tokoh Kristen Sumatera Utara, Pendeta Krisman Saragih, S.Th, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat kerukunan sebagai fondasi utama dalam membangun moral dan karakter generasi muda.

Hal tersebut disampaikan Krisman saat berbincang dengan wartawan di Medan, Kamis (23/7/2026). Menurutnya, lingkungan keluarga dan masyarakat yang harmonis akan memberikan pengaruh positif terhadap tumbuh kembang anak, sehingga mereka lebih mudah menyerap nilai-nilai kebaikan.

“Anak akan meniru perilaku positif yang ada di sekitarnya. Oleh karena itu, saya terus mengajak kita semua untuk menjaga dan memperkuat kerukunan guna membangun moral anak-anak kita menjadi lebih baik,” ujarnya.

Ketua Bidang Kerohanian DPC GAMKI Kota Medan itu menilai pembangunan karakter generasi muda harus dimulai dari lingkungan terdekat, terutama keluarga. Orang tua, menurutnya, memiliki peran penting sebagai teladan dalam membentuk sikap, etika, dan kepribadian anak.

Krisman yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPP PGPI Pembaharuan Sumatera Utara mengaku prihatin dengan maraknya kenakalan remaja yang terjadi belakangan ini. Ia menyoroti aksi ugal-ugalan di jalan, membawa senjata tajam, hingga tawuran yang masih sering melibatkan kalangan generasi muda.

“Meskipun aparat kepolisian terus melakukan penindakan, peristiwa seperti tawuran dan aksi kekerasan masih saja terjadi. Ini menjadi pengingat bahwa pembangunan moral generasi muda merupakan tanggung jawab kita bersama,” katanya.

Menurutnya, pembentukan karakter tidak dapat dibebankan hanya kepada sekolah maupun aparat penegak hukum, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk tokoh agama, pemerintah, dan keluarga.

“Pembangunan moral generasi muda merupakan tanggung jawab kolektif. Oleh karena itu, saya tidak lelah mengajak kita bersama-sama menjaga kerukunan agar menjadi teladan bagi generasi muda sehingga lahir generasi yang berintegritas, menghargai keberagaman, dan memiliki adab yang kuat,” tambahnya.

READ  Klarifikasi serta Hak Jawab Ronauli Rafael Simatupang dan Guntur K.Hamonangan Manurung Terkait Pemberitaan

Sekretaris Sinode Gereja Pentakosta Sumatera Utara (GPSU) itu juga menilai derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi informasi menjadi tantangan tersendiri dalam membina karakter anak-anak dan remaja. Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk lebih mengedepankan dialog, saling menghormati, serta menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah dalam menyelesaikan setiap persoalan.

“Kita mulai dari kerukunan dalam rumah tangga. Orang tua harus mampu menjadi teladan bagi anak melalui perilaku sehari-hari. Komunikasi yang penuh kasih akan membantu anak memahami mana yang benar dan mana yang salah,” tutupnya. || Red

Related Post