AKTUALONLINE.co.id – DELISERDANG ||
Perdamean Sitepu warga dusun dua Desa Negara Kecamatan STM Hilir Deliserdang kembali mengamuk dan mengulangi Aksi brutalnya. Barsen Barus Warga Desa Bandar Labuhan kecamatan Tanjung Morawa Deliserdang kembali jadi Korban Aksi Brutal Perdamean Sitepu cs, Minggu (17/07) di lahan garapan Di Desa Negara, kecamatan STM Hilir Deliserdang, Perdamean Sitepu menuduh Barsen Barus mencuri sawit miliknya, lalu bersama komplotannya membantai Barsen Barus dengan menggunakan Botol dan balok kayu. Akibatnya, dua gigi depan Barsen Barus kembali patah dan jatuh ketanah.
Kepada wartawan, Barsen Barus di Mapolresta Deliserdang Kamis (23/07) menceritakan, bahwa Sebelumnya, Perdamean Sitepu cs sudah di laporkan ke Polresta DS atas perkara pengeroyokan terhadap Salmon Sembiring, Barsen Barus dan Chandra ketiganya merupakan warga Desa Bandar Labuhan Kecamatan Tanjung Morawa Deliserdang, sesuai STPL LP/B/602/IV/2026/SPKT/POLDASU, 17 April 2026 pelapor atas nama Salmon Sembiring.
Namun walau sudah berjalan empat bulan lamanya, belum juga mendapat kepastian hukum, sehingga membuat Perdamean Sitepu merasa Kebal Hukum dan kembali melakukan aksi brutal dengan melakukan penganiayaan secara bersama sama dengan menggunakan botol dan balok kayu memukuli Barsen sehingga dua gigi depan Barsen Barus patah lagi dan jatuh ke tanah, Minggu (17/07) kemarin di sekitar lahan garapan di Desa Negara.
Kepada kru media ini, Barsen Barus di Mapolresta Deliserdang Kamis (23/07) mengatakan, kejadian terjadinya pengeroyokan yang pertama di lakukan Perdamean Sitepu cs, terjadi pada tanggal (16/04) 2026 lalu, saat itu Barsen Barus Bersama Salmon Sembiring dan chandra berangkat dari Desa bandar labuhan ke desa negara untuk mengambil kompor gas di rumah orang tua Salmon Sembiring yang tidak di pakai lagi, karena orang tua Salmon telah meninggal dunia, setiba nya di Desa Negara, Salmon Sembiring teringgat janji Perdamean Sitepu warga dusun 2 Desa Negara atas pelunasan ganti rugi tanah garapan yang di janjikan Perdamean Sitepu pada tanggal (14/04), sehingga Salmon Sembiring pun menyarankan Agar kerumah Perdamean Sitepu untuk menagih sisa ganti rugi lahan itu.
Ketiga korban pun sepakat mampir ke. Rumah perdamean Sitepu, setibanya di halaman rumah perdamean Sitepu, Salmon Sembiring pun turun dari mobil dan. Mengucapkan. Salam, “Assalamualaikum, dirumah Kam Ngah” kata Salmon pada saat itu. Namun, Tiba tiba Perdamean Sitepu keluar dengan langsung berteriak teriak minta tolong katanya dia mau di bunuh di rampok. Dan di culik. “Tolong saya mau di bunuh, saya mau rampok, mau Di culik” kata Barsen menirukan ucapan Perdamean Sitepu. Sehingga warga dan keluarga perdamean Sitepu pun berhamburan dan langsung menyerang dan menganiyaya ketiga korban sehingga mengalami Luka pisik dan satu gigi Barsen barus patah jatuh ke tanah.
Beruntung sejumlah personil Polsek Talun Kenas tiba di TKP dan langsung menyelamatkan ketiga korban dari aksi beringas Perdamean Sitepu cs
Namun walau sudah di laporkan Ke Polreta Deliserdang empat bulan yang lalu, sesuai Namun sampai saat ini belum ada kepastian hukum yang dapat di terima oleh ketiga korban. Sehingga Perdamean Sitepu cs merasa Kebal hukum dan mengulangi perbuatannya dengan beringas bersama dengan komplotannya memukuli Barsen Barus dengan menggunakan botol dan kayu balok. “Aku hanya ngantar Salmon Sembiring untuk mengecek lahannya di dusun empat sinar kemenangan, makanya saat Perdamean Sitepu bersama puluhan kelompoknya datang aku gak lari, tapi apapun penjelasan ku Perdamean gak mau tau dia memukul mulutku pakai botol, terus satu lagi anaknya perempuan memukul aku pakai kayu balok, sampai jatuh gigiku dua di buat si Perdamean Sitepu cs. Padahal apapun gadak salahku sama dia.” Kata Barsen Barus sedih, saat kembali membuat Laporan di Polresta Deliserdang.
Sementara Kanit pidum Reskrim Polresta Deliserdang saat di temui di unit pidum Polresta Deliserdang, Iptu Bines Simarmata tidak berada di tempat. Namun ketika di konfirmasi wartawan, melalui telpon whatsApp nya, Bines hanya menjawab, “bentar bentar ya, aku telpon dulu penyidiknya”. Kata Bines Simarmata sambil menutup Telepon whatsAppnya. || Gom/mon




