AKTUALONLINE.co.id – Medan || Kasus upah pungut vs Bank Sumut masih terus memanas di Pemerintahan Kota Medan. Uang para kepling belum cair-cair, kasus Bank Sumut juga tetap diungkit-ungkit.
Ketua Cahaya Kemenangan Prabowo Jauli Manalu, Senin (29/6/2026) siang sudah melihat bahwa munculnya dua kasus dua petinggi pemimpin Kota Medan tersebut dinilai sebagai perang politik untuk menunjukkan kekuatan masing-masing.
”Terus ini memanas. Upah pungut kepling belum cair-cair dibuat Rico Waas dan soal Bank Sumut tetap diungkit-ungkit,” sindir Jauli Manalu.
Soal kasus Bank Sumut menurut Jauli Manalu merupakan masa lalu yang bisa saja disenggol kembali sebagai nilai tawar ketundukan. Namun, masalah upah pungut sebenarnya lebih menyeramkan.
Selain sebagai tanda kurang pedulinya Wali Kota Medan Rico Waas terhdap para kepling, bawahannya itu sewaktu-waktu bisa meledak melakukan mogok kerja dan memperkeruh kepercayaan masyarakat kepada pemimpinnya.
Dikatakan Jauli Manalu, perang ini tidak dapat dilihat secara kasat mata karena bersifat politis. Hanya bisa ditandai dengan kode-kode yang terjadi. Mulai dari sentilan Bobby Nasution soal Rico Waas pergi ke luar negeri untuk berobat, muncul kabar politikus partai Nasdem itu bertemu tokoh Sumut di Singapura, lalu meledaknya kabar upah pungut kepling tidak cair, hingga akhirnya kasus Bank Sumut yang menyeret nama Wakil Wali Kota Medan Zakiyuddin Harahap meluap ke publik.
”Kalau melihat ini kan pasti pertanyaannya, siapa memainkan siapa. Karena dua nama pucuk pemimpin Kota Medan muncul,” ungkapnya.
Hingga berita ini terbit, baik Wali Kota Medan Rico Waas maupun Wakil Wali Kota Medan Zakiyuddin Harahap yang dihubungi Aktual Online belum mau buka suara atas adanya kabar saling sikut di pemerintah Kota Medan.|| Prasetiyo




